Hati-hati Tertukar, Ini Perbedaan Antiseptik dan Disinfektan
berita

20 September 2020 06:00
Watyutink.com - Disaat virus penyakit sedang mewabah, seperti sekarang anjuran menjaga kebersihan kerap terdengar. Salah satunya adalah rutin cuci tangan menggunakan sabun atau cairan antiseptik.

Selain itu membersihkan lingkungan, termasuk benda-benda di sekitar kita juga penting dilakukan. Cara yang paling dianjurkan adalah melakukan penyemprotan cairan disinfektan.

Banyak orang bingung dan tidak bisa membedakan antara antiseptik dan disinfektan. Meski sama-sama bermanfaat membunuh virus atau kuman penyakit, sebenarnya keduanya berbeda.

Tahukah Anda, apa beda disinfektan dan antiseptik?

Dikutip dari Health Line, antiseptik dan disinfektan sama-sama berfungsi menghambat atau membunuh mikroorganisme yang kerap menjadi penyebab berbagai penyakit. Perbedaanya terletak pada kandungan dan takaran zat kimia di dalamnya. Itulah sebabnya penggunaannya pun berbeda.

Baik antiseptik maupun desinfektan memiliki kandungan kimia yang disebut biosida, yakni hidrogem peroksida. Bahan kimia inilah yang berguna untuk membunuh beragam virus atau kuman penyakit. Antiseptik biasanya mengandung hidrogemn peroksida dengan konsentrasi yang lebih rendah dibanding desinfektan. Oleh karena itu antiseptik dipakai untuk tubuh. Sedangkan desinfektan pada benda tak hidup seperti pegangan pintu, komputer atau meja serta benda-benda lainnya.

Dokter Spesialis Paru dari RS Persahabatan, Jakarta, dr Erlina Burhan menjelaskan antiseptik merupakan senyawa kimia untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan yang hidup, seperti permukaan kulit dan membran mukosa.

Penggunaan antiseptik sangat disarankan untuk membunuh mikroorganisme seperti virus, kuman dan bakteri yang menempel pada tangan atau anggota tubuh lainnya. Oleh karena itu antiseptik banyak terdapat pada sabun dan hand sanitizer. Penggunaan antiseptik sangat direkomendasikan ketika terjadi epidemi penyakit, termasuk virus corona.

Antiseptik bekerja dengan cara membunuh mikroorganisme melalui oksidasi dengan lemak dalam sel. Akibatnya mikroorganisme, seperti kuman dan virus akan langsung pecah dan mati. Antiseptik juga bisa langsung menyerang sitoplasma dan merusak sel mikroorganisme.

Sedangkan desinfektan menurut dr Erlina adalaj zat kimia yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme pada benda mati. Desinfektan biasanya disemprotkan langsung pada benda.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR TERPRODUKTIF