Hati-hati, Teh Celup Bisa Sebabkan Kemandulan, Gangguan Tulang dan Kanker, Ini Tips Hindari Bahayanya
berita
Ilustrasi/ Net
03 October 2021 08:00
Watyutink.com – Minum secangkir teh hangat di pagi atau sore hari adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Terlebih jika ditemani pisang goreng atau makanan ringan lainnya. Beberapa orang bahkan merasa minum teh hangat di pagi hari bisa membangkitkan semangat dan etos kerja. Itulah sebabnya beberapa orang tidak pernah melewatkan menyruput teh hangat setiap pagi.

Di masa lalu, teh dibuat dengan menyeduh daun teh dengan air panas. Namun saat ini cara yang kerap disebut dengan teh tubruk itu sudah banyak ditinggalkan. Cara semacam itu dirasa merepotkan. Selain itu saat menikmati teh tubruk, serbuk atau daun teh sering kali ikut terminum. Ini tentu mengurangi kenikmatan yang terasa.

Saat ini sebagian besar orang memilih menikmati teh celup yang dirasa jauh lebih praktik. Untuk menyajikan teh celup tidak ribet dan membutuhkan waktu lebih singkat dibanding teh tubruk. Namun beberapa ahli kesehatan menyebut teh tubruk menyimpan potensi bahaya. Pasalnya kantong teh celup disebut-sebut mengandung zat yang bisa membahayakan kesehatan.

Tahukah Anda, teh celup berbahaya bagi kesehatan fakta atau hoaks semata?

Penelitian yang pernah dilakukan di Inggris menyebut kantong teh celup yang terbuat dari kertas tergolong bahan yang tidak aman bagi kesehatan. Setelah meneliti 38 merek teh terkenal, peneliti memyimpulkan teh celup sebaiknya dihindari. Pasalnya kantong teh celup terbuat dari bubur kertas yang diolah dari kayu. Terkadang ditambahkan pula bahan pemutih yang terbuat dari senyawa klorin.

Senyawa tersebut jika terendam air dalam waktu lebih dari lima menit berpotensi menimbulkan kemandulan pada pria dan jika diminum ibu hamil berisiko menyebabkan bayi lahir cacat serta mengalami keterbelakangan mental. Selain itu senyawa klorin juga berisiko menimbulkan masalah pada tulang dan gigi bahkan bisa memicu penyakit kanker.

Sementara itu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dalam penjelasan di situs resminya menyebut, kantong teh celup umumnya terbuat dari kertas dan plastik. Kantong yang terbuat dari kertas biasanya berjenis kraft dilapisi plastik polietilen yang berfungsi untuk merekatkan panas. Bahan polietilen akan menyebabkan kanton teh celup tidak terbuka meski terendam air panas.

Sedangkan kantong teh celup yang terbuat dari plastik berbahan nilon, polietilen terefltalat (PET) atau asam polilaktat (PLA). Meski mengandung bahan-bahan yang berpotensi membahayakan kesehatan, BPOM yakin merek teh celup yang beredar di Indonesia sudah memenuhi syarat kesehatan. BPOM yakin kertas kantong teh celup sudah tidak lagi mengandung klorin, sehingga merek-merek tersebut dizinkan beredar di Indonesia. Terlebih saat ini banyak kantong teh celup yang menggunakan bahan yang terbuat dari bahan biodegradable, bebas plastik, plant-based materials atau organik. Bahan-bahan ini lebih aman digunakan pada bahan makanan maupun minuman.

Sejatinya bahanya penggunaan teh celup bisa dihindari jika kita memperhatikan cara penyajiannya. Itulah sebabnya beberapa tips berikut bisa diterapkan saat membuat teh celup. Praktisi kesehatan, dr Valda Garcia dari situs klikcokter menyebut, tips pertama adalah perhatikan durasi menyeduh teh celup. Usahakan kantoh teh celup tidak direndam di air panas lebih dari dua menit. Waktu tersebut dirasa sudah cukup membuat teh benar-benar tecampur dan larut dalam air.

Selanjutnya buang teh celup tersebut. Jangan pernah menggunakan kembali kantong teh celup yang sudah diseduh. Pasalnya hal itu sangat berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan.

Tips kedua, selalu perhatikan suhu air yang digunakan. Hal ini penting untuk menghindari bahaya yang mungkin muncul dari penggunaan kantong teh celup. Usahakan air yang digunakan tidak terlalu panas lantaran bisa merusak pembungkus kantong teh celup. Jika itu terjadi, dikhawatirkan zat kimaa dalam kantong teh ikut larut dalam teh yang akan diminum.

Jika sudah menikmati teh jangan lupa menyertainya dengan minum air putih. Meski teh juga baik untuk kesehatan, asupan air putih tetap harus dijaga. Air teh yang masuk dalam tubuh harus pula diimbangi dengan asupan air putih yang cukup. Hal ini berguna untuk membantu membersihkan zat kimia berbahaya.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF