Hati-hati Mengonsumsi Telur Setengah Matang, Meski Lezat tapi Bisa Terkena Tipus
berita
Foto Istimewa
23 August 2019 17:05
Watyutink.com – Selama ini banyak orang yang gemar makan telur setengah matang.  Ada sensasi tersendiri saat menggigit telur setengah matang, terutama bagian kuningnya. Tekstur cair kenyal yang tercipta dari telur setengah matang membuat banyak orang ketagihan menikmatinya.

Ternyata mengonsumsi telur setengah matang memiliki efek negatif, meskipun ada pula manfaatnya.

Tahukah Anda, apa manfaat dan apa pula bahaya terbisa makan telur setengah matang?

Telur setengah matang adalah telur yang dimasak namun tidak benar-benar matang. Jika biasanya menggoreng telur membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima menit maka telur setengah matang hanya dimasak sekitar dua menit saja. Akibatnya beberapa bagian telur masih cair dan belum mengeras.

Telur setengah matang umumnya dikonsumsi saat pagi hari dan disajikan bersama bubur atau masakan berkuah. Namun ada pula yang menikmatinya begitu saja sebagai lauk bersama nasi panas. Selain terasa lebih nikmat, telur setengah matang juga menyimpan beberapa manfaat.

Mengonsumsi telur setengah matang dipercaya dapat menambah energi dan membuat tubuh lebih bugar. Pasalnya telur setengah matang memberikan asupan protein yang lebih maksimal. Kadungan gizi dalam telur seperti protein, vitamin A, B kompleks, dan berbagai jenis mineral akan lebih mudah diserap tubuh. Selain itu kualitas gizinya juga lebih baik lantaran tidak terkena panas saat dimasak.

Telur setengah matang juga lebih rendah kadar kolesterolnya. Hal ini karena selama proses pemasakan, telur setengah matang tidak membutuhkan waktu yang lama seperti memasak biasa. Jika dimasak biasa, seperti digoreng maka akan dibutuhkan minyak yang lebih banyak. Akibatnya telur akan menyerap lebih banyak minyak yang cenderung membuat kadar kolesterol dalam telur meningkat.

Meski memiliki manfaat, telur setengah matang juga menyimpan potensi bahaya. Salah satunya adalah risiko terpapar bakteri. Pasalnya telur diketahui memiliki kandungan bakteri salmonella. Jika bakteri ini masuk dalam tubuh maka beberapa gangguan kesehatan bisa muncul seperti diare, mual, muntah dan gangguan pencernaan lainnya. Dalam beberapa kondisi bakteri salmonella juga bisa menyebabkan penyakit tipus.

Untuk itulah, jika Anda adalah penggemar telur setengah matang sebaiknya selalu berhati-hati. Pastikan telur yang akan dikonsumsi sudah melalui proses pasteurisasi terlebih dahulu agar bakteri salmonella hilang. Pasteurisasi adalah sebuah proses yang bertujuan membunuh organisme merugikan seperti bakteri, protozoa, kapang, dan khamir dalam makanan. Selain itu pasteurisasi berguna untuk memperlambat pertumbuhan mikroba.

Perhatikan pula lama waktu pemasakan telur setengah matang. Hal ini penting karena metode masak telur sangat memengaruhi seberapa lama telur tersebut dimasak. Sebaiknya memasak telur setengah matang dilakukan selama tiga per empat dari waktu memasak telur biasa.

Selain itu, saat memakan telur setangah matang pastikan kondisi tubuh sedang sehat dan tidak dalam sedang sakit. Jika tubuh sedang mengalami gangguan kesehatan, meskipun ringan, seperti flu atau kelelahan sebaiknya jangan mengonsumsi telur setengah matang. Saat tubuh tidak fit, potensi gangguan kesehatan cenderung lebih besar.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

M. Rizal Taufikurahman, Dr.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-2)             Perlu Revisi Undang-Undang dan Peningkatan SDM Perikanan di Daerah             Antisipasi Lewat Bauran Kebijakan Fiskal – Moneter             Perkuat Industri Karet, Furnitur, Elektronik Hadapi Resesi             Skala Krisis Mendatang Lebih Besar dari 1998