Hati-hati, Keseringan Gunakan Hand Sanitizer Dapat Ganggu Sistem Imun, Jantung dan Sebabkan Diabetes
berita
Hand Sanitaizer
02 November 2020 06:00
Watyutink.com – Kebersihan anggota tubuh memang sangat penting dijaga. Hal ini guna menghindari penularan berbagai penyakit, terutama yang disebabkan virus, kuman, dan bakteri. Apalagi di dunia saat ini sedang merebaknya pandemi virus corona, Covid-19 membuat kita lebih tanggap terhadap kebersihan diri. Salah satu hal yang dapat menjauhkan kita dari penularan virus corona baru ini adalah dengan senantiasa menjaga kebersihan tangan kita. Itulah mengapa, cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir sangat amat disarankan dalam menghindari penularan virus corona.

Selain mencuci tangan dengan air dan sabun, penggunaan hand sanitizer juga diperbolehkan, jika Anda berada di tempat yang tidak tersedia air maupun sabun. Penggunaan hand sanitizer dianggap sebagai salah satu metode sederhana, cepat, dan mudah untuk membersihkan tangan Anda dari bakteri dan virus ketika sedang jauh dari tempat mencuci tangan.

Ternyata terlalu sering menggunakan hand sanitizer tidak dianjurkan. Bahkan penggunaan yang berlebihan berisiko terhadap kesehatan.

Tahukah Anda, apa saja risiko menggunakan hand sanitizer atau cairan pembersih tangan berlebihan?

Hand sanitizer adalah cairan berbentuk gel yang mengandung beberapa bahan antiseptik, terutama alkohol atau ethyl alcohol. Meski beberapa produk mengklaim bebas alkohopl, sebagian besar produk hand sanitizer memiliki kandungan ethanol atau ethyl alcohol. Produk yang mengklaim bebas alkohol biasanya menggantinya dengan zat kimia lain, yakni triclosan dan triclocarbon yang memiliki manfaat antibiotik.

Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Amerika Serikat (AS) melaporkan bahan kimia, triclosan membawa efek negatif bagi kesehatan. FDA menyebut efektifitas hand sanitizeer membersikan tangan masih diragukan. Itulah sebabnya FDA lebih menyarankan mencuci tangan menggunakan sabun.

Beberapa efek buruk yang bisa muncul akibat telalu sering menggunakan cairan pembersih tangan salah satunya adalah kuman atau bakteri menjad kebal antibiotik. Para pakar medis meyakini kadungan triclosan dalam hand sanitizer akan kebal terhadap antibiotik. Padahal antibiotik selama ini digunakan utuk membunuh bakteri dan kuman penyebab penyakit.

Selain itu kekebalan tubuh pun bisa menurun akibat keseringan menggunakan hand sanitizer. Penggunaan cairan pembersih tangan yang terlalu sering menyebabkan tubuh tidak lagi bisa membunuh bakteri atau kuman yang masuk. Pasalnya sistem kekebalan tubuh atau imun menurun kemampuannya. Akibatnya tubuh jadi lebih mudah terserang penyakit.

Dalam jangka panjang, penggunaan bahan-bahan kimia juga berisiko menyebabkan gangguan jantung dan otot kerangka. Dampak negatif penggunaan zat triclosan dan triclokarbon dalam hand sanitizer memang tidak langsung terasa. Biasanya setelah penggunaan rutin selama tiga hingga lima tahun barulah efek buruknya terasa, biasanya ditandai dengan kulit menjadi kering dan lebih sensitif.

Aroma yang dihasilkan hand sanitizer juga menyimpan potensi bahaya bagi kesehatan. Pasalnya pewangi dalam gel atau cairan pembersih tangan berasal dari bahan kimia bernama phtalate. Bahan ini dipilih lantaran lebih murah dan lebih cepat larut.

Penggunaan bahan kimia phtalate bisa menimbulkan gangguan endoktrin dan toksisitas yang mempengaruhi perkembangan janin. Selain itu sistem reproduksi, terutama bagi pria bisa terganggu. Hal ini akibat penurunan gerak dan jumlah sperma. Phtalate juga bisa memicu berbagai penyakit kronis lainnya, seperti asma, diabetes, hingga kanker.

Sebagai pengganti hand sanitizer, para ahli menganjurkan konsumen menggunakan pembersih tangan bahan alami, seperti minyak daun teh atau tea tree oil yang terbukti ampum membunuh bakteri, jamur, bahkan virus. Selain itu bahan-bahan seperti minyak esensial dari jeruk, lemon, dan bunga lavender juga bisa digunakan untuk pembersih tangan. Pasalnya bahan-bahan tersebut memiliki fungsi antiseptik dan antioksidan.

Namun, para ahli kesehatan tetap menganjurkan mencuci tangan menggunakan air dan sabun. Pasalnya sabun, terutama sabun antiseptik terbukti lebih ampuh membunuh kuman dan bakteri daripada hand sanitizer. Mencuci tangan menggunakan air dan sabun selama 20 detik sudah cukup melindungi tangan dan tubuh dari bakteri jahat.

 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF