Hati-hati Jangan Abaikan, Ngorok Bisa Jadi Tanda Anda Mengalami Diabetes, Hipertensi, dan Jantung Koroner
berita
Ilustrasi/ Net
25 March 2021 06:00
Watyutnik.com – Banyak orang menganggap remeh kebiasaan ngorok atau mendengkur. Mereka justru menganggap ngorok adalah pertanda tidur yang sangat nyenyak. Sehingga mereka tidak merasa perlu menyembuhkan atau menghentikan kebiasaan mendengkur.

Padahal sebenarnya mendengkur adalah pertanda ada yang ‘salah’ dengan tubuh kita. Kebiasaan tidur mendengkur bisa menjadi adanya indikasi penyakit yang tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya penyakit yang ditandai dengan mendengkur tergolong gangguan kesehatan kronis. Itulah sebabnya jika Anda masih sering mendengkur, sebaiknya wasapada sebelum kejadian yang lebih fatal menimpa.

Tahukah Anda, apa saja penyakit yang ditandai dengan  mendengkur atau ngorok?

dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia mengatakan ngorok adalah pertanda terjadinya gangguan penyempitan saluran napas dalam tubuh kita, terutama saat tidur. Penyempitan ini menyebabkan aliran udara yang masuk dalam saluran pernapasan menjadi berkurang. Akibatnya, suplai oksigen ke seluruh jaringan tubuh pun ikut berkurang.

dr Agus mengatakan ngorok adalah mekanisme awal terjadinya obstructive sleep apnea (OSA). Jika tidak diatasi, maka OSA bisa menyebabkan seseorang berhenti nafas selama sekitar 10 detik. Jika terjadi berulang-ulang sepanjang tidur, kondisi ini tentu sangat berbahaya. Terlebih OSA dapat mengakibatkan kematian mendadak saat tidur.

Mendengkur juga bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan dalam tubuh. Gangguan kesehatan pertama yang ditandai dengan mendengkur adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Penelitian yang dilakukan para ahli menunjukkan lebih dari 50 persen penderita OSA mengalami hipertensi. Menurunnya kadar oksigen akibat ngorok menyebabkan tubuh mengeluarkan senyawa katekolamin yang bisa mengurangi kelenturan pembuluh darah.

Jika dibiarkan, pembulah darah akan menyempit yang menyebabkan suplai oksigen ke otak berkurang. Selain itu pembuluh darah menuju jantung juga mengalami gangguan. Hal ini menyebabkan jantung berdetak lebih kencang. Jika dibiarkan hal ini bisa memicu tekanan darah tinggi bahkan pada beberapa kasus bisa menyebabkan stroke lantaran terganggunya suplai darah dan oksigen ke otak.

Ngorok juga bisa menjadi pertanda seseorang menderita penyakit kencing manis atau diabetes melitus tipe 2 atau DM Tipe 2. Penelitian yang dilakukan menunjukkan sekitar 40 persen penderita OSA menderia diabetes melitus. Penyebabnya adalah terjadinya gangguan pada sistem sarafsimpatis akibat pengarus senyawa katekolamin yang muncul saat seseorang mendengkur.

Sistem saraf simpatis diketahui berperan penting dalam pengaturan metabolisme glukosa dan lemak. Jika sistem saraf simpatis terganggu akan memicu kenaikan kadar glukosa dalam darah. Pada saat yang sama sensitivitas insulin akan berkurang akibat kekurangan oksigen. Jika kondisi ini terjadi bersamaan dipastikan akan memperburuk kondisi glukosa dan membuatnya tidak bisa diolah dan dimanfaatkan menjadi energi.

Hipoksia atau gangguan tidur juga menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan memicu peningkatan kadar kortisol dengan pola abnormal dan berlebihan. Hormon ini juga menghambat tingkat sensitivitas hormon insulin yang mengatur kadar glukosa darah.

Mendengkur juga bisa menjadi pertanda adanya potensi penyakit jantung koroner. Penelitian yang dilakukan membuktikan kekurangan oksigen menyebabkan gen-gen pada organ hati kesulitan memproduksi lemak. Hal ini bisa memicu gangguan metabolisme lemak.

Pada penderita OSA kadar oksigen dalam darah juga menjadi lebih rendah. Kondisi ini memicu peningkatan lemk trigliserida dan kolesterol jahat atau low density lipoprotein (LDL). Di saat bersamaan kadar kolesterol baik atau high density lipoprotein (HDL) justru menurun. Akibatnya muncul plag atau kerak di pembuluh darah.

Kondisi tersebut membuat otot jantung tidak mampu memompa darah secara baik ke organ lain. Kombinasi jeleknya profil lemak dan hambatan aliran oksigen dapat menyebabkan otot jantung mati,. Jika kondisi ini dibiarkan, penyakit serangan jantung tidak dapat terelakkan.

Itulah sebabnya jika masih mempunyai kebiasaan ngorok atau mendengkur,  Anda wajib waspada. Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter guna mengetahui gangguan kesehatan yang mungkin Anda derita.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI