Gejala Diabetes Pada Anak, Waspadalah
berita
Sumber Foto : deherba.com (gie/watyutink.com)
15 October 2019 08:00
Watyutink.com - Anak Anda suka makan permen dan minum manis? Mungkin Anda beranggapan hal itu wajar saja, namanya juga anak-anak yang penting rajin gosok gigi agar giginya tidak bolong.

Tapi tahukah Anda, terlalu sering mengkonsumsi makanan dan minuman manis bukan hanya menyebabkan gigi rusak, tapi juga dapat meningkatkan resiko anak terserang diabetes mellitus (DM).

Ahli endokrin anak, Dr. dr. Aman Pulungan, Sp.A (K), mengungkapkan orang tua mesti mewaspadai gejala-gejala diabetes mellitus (DM) pada anak.

Gejala yang paling sering terjadi antara lain anak sering haus, lapar, kencing, gatal, dan berat badan menurun drastis.  Selain memerhatikan ciri fisik anak, orangtua juga disarankan melakukan periksa gula darah anak. Kadar gula darah normal anak itu antara 100 mg/dl hingga 200 mg/dl. Bila kadar gula darah lebih dari 200 mg/dl sudah dikategorikan diabetes.

Terdapat dua tipe penyakit diabetes delitus, DM1 dan DM2. Keduanya patut diwasapdai, meskipun faktanya penderita DM1 jumlahnya lebih banyak. Dalam kondisi terparah, DM1 bisa menyebabkan pasien meninggal.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia ini menegaskan DM tidak hanya dipengaruhi faktor keturunan. Pola makan dan gaya hidup justru lebih banyak berpengaruh. Oleh sebab itu jagalah pola makan anak Anda agar terhindar dari diabetes mellitus dan penyakit lainnya.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Eko Listiyanto

Peneliti INDEF (Institute for Development of Economics and Finance)

FOLLOW US

Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS             Harus Disadari, Ada Akar Masalah yang Tidak Diselesaikan             Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas