Empat Macam Infeksi yang Dapat Menyerang Otak Selain Meningitis
berita

25 March 2020 06:00
Watyutink.com – Infeksi otak terjadi karena serangan kuman patogen atau mikroorganisme penyebab penyakit seperti bakteri, virus, parasit, dan jamur. Infeksi otak terjadi ketika patogen mampu menembus pertahanan sistem saraf pusat. Infeksi otak yang umum dikenal oleh masyarakat adalah meningitis. Selain meningitis, ternyata terdapat infeksi lain yang mampu menyerang otak manusia.

Tahukah Anda empat macam infeksi yang bisa menyerang otak selain meningitis?

Encephalithis

Encephalithis merupakan pembengkakan akut yang kebanyakan disebabkan oleh infeksi virus atau sistem imun yang mengalami kelainan dan membuatnya justru keliru menyerang jaringan otak. Penyakit ini sering menyerang anak-anak. Gejala awal ditunjukan dengan demam, fotofobia, serta sakit kepala. Komplikasi yang terjadi menyebabkan penderita Encephalithis kehilangan memori.

Abses Otak

Abses Otak merupakan kumpulan nanah yang berkembang sebagai respons terhadap infeksi atau trauma. Saat tekanan abses menghalangi pembuluh darah, maka oksigen bisa kesulitan mencapai otak. Akibatnya timbul kerusakan pada jaringan otak yang halus. Kondisi ini merupakan kondisi serius yang mengancam jiwa. Gejala awal ditunjukan dengan sakit kepala, demam, kejang, mual, serta muntah.

Neurotoxoplasmosis

Neurotoxoplasmosis atau lebih dikenal dengan cerebral toxoplasmosis adalah infeksi oportunistik pada otak yang disebabkan oleh parasite Toxoplasma gondii. Penyakit ini biasanya menyerang penderita HIV/AIDS. Beberapa penderita biasanya mengalami kelumpuhan sebelah badan karena kerusakan otak akibat infeksi. Gejala ditunjukan dengan nyeri kepala dan terkadang menurunya kesadaran.

Cerebal Malaria

Cerebal Malaria merupakan komplikasi neurologis paling parah dari malaria akibat infeksi Plasmodium falciparum. Kondisi ini merupakan kondisi serius yang mengancam jiwa. Sebagian penderita yang selamat dari penyakit ini mengalami defisit neurologis dan kognitif, kesulitan perilaku, epilepsi, serta kecacatan fisik. Komplikasi malaria umunya, yaitu anemia, hipoglikemia, asidosis metabolik, kejang berulang, koma, bahkan kegagalan organ.

(GD)

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF