Empat Macam Infeksi yang Bisa Menyerang Otak Selain Meningitis
berita
Sumber Foto : Liputan6.com
14 October 2019 16:10
Watyutink.com – Infeksi otak terjadi karena serangan kuman patogen atau mikroorganisme penyebab penyakit seperti bakteri, virus, parasit, dan jamur. Infeksi otak terjadi ketika patogen mampu menembus pertahanan sistem saraf pusat. Infeksi otak yang umum dikenal oleh masyarakat adalah meningitis. Selain meningitis, ternyata terdapat infeksi lain yang mampu menyerang otak manusia.

Tahukah Anda empat macam infeksi yang bisa menyerang otak selain meningitis?

Encephalithis

Encephalithis merupakan pembengkakan akut yang kebanyakan disebabkan oleh infeksi virus atau sistem imun yang mengalami kelainan dan membuatnya justru keliru menyerang jaringan otak. Penyakit ini sering menyerang anak-anak. Gejala awal ditunjukan dengan demam, fotofobia, serta sakit kepala. Komplikasi yang terjadi menyebabkan penderita Encephalithis kehilangan memori.

Baca Juga

Abses Otak

Abses Otak merupakan kumpulan nanah yang berkembang sebagai respons terhadap infeksi atau trauma. Saat tekanan abses menghalangi pembuluh darah, maka oksigen bisa kesulitan mencapai otak. Akibatnya timbul kerusakan pada jaringan otak yang halus. Kondisi ini merupakan kondisi serius yang mengancam jiwa. Gejala awal ditunjukan dengan sakit kepala, demam, kejang, mual, serta muntah.

Neurotoxoplasmosis

Neurotoxoplasmosis atau lebih dikenal dengan cerebral toxoplasmosis adalah infeksi oportunistik pada otak yang disebabkan oleh parasite Toxoplasma gondii. Penyakit ini biasanya menyerang penderita HIV/AIDS. Beberapa penderita biasanya mengalami kelumpuhan sebelah badan karena kerusakan otak akibat infeksi. Gejala ditunjukan dengan nyeri kepala dan terkadang menurunya kesadaran.

Cerebal Malaria

Cerebal Malaria merupakan komplikasi neurologis paling parah dari malaria akibat infeksi Plasmodium falciparum. Kondisi ini merupakan kondisi serius yang mengancam jiwa. Sebagian penderita yang selamat dari penyakit ini mengalami defisit neurologis dan kognitif, kesulitan perilaku, epilepsi, serta kecacatan fisik. Komplikasi malaria umunya, yaitu anemia, hipoglikemia, asidosis metabolik, kejang berulang, koma, bahkan kegagalan organ.

(GD)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas             Ironi yang Tak Pantas Dibiarkan Berulang             Pemerintah Harus Tunjukan Penggunaan Utang  Secara Produktif