Empat Dampak Bahaya Menatap Matahari dengan Mata Telanjang
berita
Sumber Foto : halodoc.com
20 September 2019 16:30
Watyutink.com – Sinar matahari mengandung sinar UVA dan UVB. Menurut penelitian Dr Astrid E. Fletcher dalam European Eye Study semakin banyak paparan sinar UVB maka semakin rendah resiko rabun jauh yang dimiliki. Namun manfaat ini tidak akan Anda dapat jika menatap matahari secara langsung.

Tahukah Anda dampak buruk dari menatap matahari secara langsung?

Menatap matahari terlalu lama menyebabkan kornea rusak. Rusaknya kornea mata akibat sinar matahari disebut fotokeratitis. Kornea akan melepuh dan retak saat memandang matahari walaupun hanya sebentar saja. Hal ini dikarenakan sinar UV terkonsentrasi dengan dasyat pada kornea.

Baca Juga

Setelah kornea rusak, apabila Anda masih memaksakan untuk menatap sinar matahari maka retina dan makula pada mata akan mengalami kerusakan. Cahaya super panas dari matahari dapat langsung menghanguskan retina.

Menatap matahari secara langsung dapat meningkatkan resiko daging baru tumbuh di bagian mata. Kondisi inilah yang biasa disebut pterygium. Daging tumbuh disebabkan sinar UVB masuk ke dalam mata.

Dampak terburuk dari melihat matahari secara langsung adalah kebutaan. Retina yang terbakar akan membentuk lingkaran hitam tepat di tengah-tengah bidang mata. Hal ini dapat mengganggu penglihatan, dan apabila kondisinya parah dapat mengalami kebutaan.

Menurut penelitian dari program luar angkasa Amerika Serikat menunjukn paparan radiasi sinar UV dalam porsi kecil sekalipun apabila terjadi dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan resiko katarak dan pinguecula. Pinguecula adalah benjolan atau bintik berwarna kuning yang tumbuh pada konjungtiva lapisan bening di sepanjang kelopak mata dan menutupi bagian putih mata (sklera), sedangkan katarak adalah kondisi mata di mana lensa mata menjadi keruh dan berawan.

Dari fakta tersebut maka hindari melihat matahari dengan mata telanjang. Selain itu untuk menangkal dampak buruk dari sinar matahari, gunakan kacamata hitam saat beraktivitas di bawah sinar matahari, ya.

(Zc)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Eko Listiyanto

Peneliti INDEF (Institute for Development of Economics and Finance)

FOLLOW US

Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS             Harus Disadari, Ada Akar Masalah yang Tidak Diselesaikan             Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas