Dijadikan Nama Surat dalam Al Qur’an, Buah Tin Bermanfaat Mencegah Serangan Jantung dan Kanker
berita

25 July 2019 17:20
Watyutink.com – Salah satu buah yang disebutkan dalam Al Qur’an adalah buah Tin. Bahkan buah ini bukan hanya disebutkan, tapi  juga buah tin dijadikan nama salah satu surat dalam Al Qur’an, Surat At Tin, surat ke 95. Kenyataan tersebut menunjukkan buah ini mempunyai manfaat yang luar biasa.

Ternyata manfaat buah tin bagi kesehatan manusia sudah dikenal sejak lama. Bahkan menurut sejarah, buah yang juga dikenal dengan nama buah fig atau ara ini sejak 1400 tahun lalu sudah dikenal sebagai bahan obat-obatan.

Tahukah Anda, apa saja manfaat buah tin?

Buah tin dikenal memiliki kandungan nutrisi yang sangat banyak. Dalam 100 gram buah tin terkandung energi sebanyak 250 kilokalori, 63,87 gram karbohidrat, 0.93 gram lemak, 3,30 protein, 9,8 gram serat, dan 47,92 gram gula. Selain itu buah tin juga mengandung mineral berupa magnesium 68 miligram, kalsium 162 miligram, zat besi 2,03 miligram, zinc 0,55 miligram, fosfor 67 miligram, dan potasium 680 miligram.

Sedangkan kandungan vitamin dalam buah tin adalah vitamin B1 atau thiamine sebanyak 0,085 miligram, vitamin B2 atau niacin 0,619 miligram, vitamin B5 atau pantohenicacid 0,434 miligram, vitamin B6 0,106 miligram dan vitamin C 1,2 miligram.

Lantaran memiliki kandungan nutrisi yang beragam itu, tak heran jika buah tin memiliki manfaat bagi kesehatan. Salah satunya untuk menjaga kesehatan jantung. Kandungan serat larut atau pektin dalam buah tin dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigilserida dalam darah. Kedua zat tersebut dikenal sebagai salah satu penyebab terbentuknya plak yang memicu penyempitan pembuluh darah yang mengganggu kesehatan jantung.

Kandungan mineral dan senyawa dalam buah tin juga dapat membantu mengontrol tekanan darah. Itulah sebabnya buah tin bermanfaat untuk menghindarkan kita dari penyakit hipertensi atau darah tinggi. Seperti diketahui hipertensi juga dapat memicu gangguan jantung.

Buah tin juga bermanfaat untuk mencegah kanker dan masalah pencernaan. Pasalnya kandungan pektin atau serat larut dalam buah tin bisa menjaga kesehatan organ pencernaan seperti usus besar dan usus kecil. Kadungan serat dalam buah tin juga bisa melindungi tubuh dari serangan kanker, terutama kanker usus.

Satu biji buah tin segar, mengandung zat antioksidan seperti vitamin A, E, dan K serta senyawa fitokimia yang mampu menghilangkan radikal bebas dari dalam tubuh. Seperti diketahui radikal bebas adalah pemicu beberapa penyakit berat, seperti kanker, diabetes, dan penyakit degeneratif lainnya. Kandungan tersebut juga melindungi tubuh dari infeksi organ.

Buah tin juga kaya akan kandungan fosfor, kalsium, dan magnesium, tiga mineral yang bermanfaat menjaga kesehatan tulang. Buah tin juga bisa mencegah akibat buruk dari kelebihan garam akibat makanan yang terlalu asin.

Buah tin juga baik untuk kesehatan mata dan mencegah terjadinya degenerasi makula, sebuah kondisi yang dapat menyebabkan penurunan fungsi pengelihatan. Dalam jangka panjang, degenerasi makula bahkan bisa menyebabkan kebutaan. Kandungan vitamin A dan karitenoid dalam buah tin dapat menghindarkan mata dari kondisi tersebut.

Manfaat buah tin lainnya adalah mengatasi berbagai masalah pernapasan, seperti penyakit asma, batuk, serta bronkitis. Buah tin dapat melembapkan selaput lendir dalam sistem pernapasan sehingga dapat membantu mengeluarkan dahak yang mengganggu kerja sistem pernapasan.

Bagi Anda yang memiliki masalah tidur atau insomnia, buah tin bisa menjadi alternatif. Pasalnya buah ini mengandungan asam amino berupa triptofan yang memicu produksi hormon melatonin. Hormon tersebut  dapat mengatur siklus tidur.

Untuk mendapatkan manfaat buah tin, Anda bisa memakannya secara langsung. Buah tin juga bisa  diolah menjadi jus atau dicampur dengan buah lain menjadi salad buah. Buah tin juga kerap dikonsumsi dalam bentuk buah kering. Biasanya buah tin kering dijadikan oleh-oleh jamaah haji.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Jerry Massie, Dr., M.A., Ph.D.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar             GBHN Isu Elite Politik Saja             Kepentingan Politik Lebih Menonjol