Daun Waru, Tanaman Peneduh Jalan, juga Mampu Sembuhkan Diare, Demam, Batuk, dan Cegah Rambut Rontok
berita
Daun Waru/ Net
24 February 2021 06:00
Watyutink.com – Salah satu tanaman yang kerap dijadikan bahan obat tradisional atau herbal adalah daun waru. Tanaman yang juga dikenal dengan sebutan Dadap Laut ini diyakini kaya akan kandungan senyawa yang berguna mengobati beberapa jenis penyakit. Namun banyak orang yang kurang menyadarinya. Cara mengolahnya pun banyak yang tidak mengetahuinya.

Tahukah Anda, apa dan bagaimana manfaat daun waru untuk kesehatan?

Tanaman waru mempunyai nama latin Hibiscus Tiliaceus dan termasuk suku kapas-kapasan. Tanaman waru banyak ditanaman di pinggir jalan dan berfungsi sebagai tanaman peneduh. Pasalnya,  meski bisa tumbuh mencapai tinggi 15 meter, akar tanaman waru tidak menyebabkan jalan dan bangunan rusak.

Para ahli menyakini tanaman waru, terutama bagian daunnya kaya akan kandungan fitokimia yang berguna untuk kesehatan manusia. Selain itu daun waru memiliki kandungan saponin, flavonoid, fenol, alkaloida, asam amino, karbohidrat, asam organik, asam lemak, saponin, sesquiterpen dan sesquiterpen quinon, steroid, triterpen.

Kandungan beragam senyawa kimia itulah yang membuat daun waru berguna bagi kesehatan, salah satunya untuk menyehatkan organ pencernaan. Kandungan zat musilago berguna utnuk melapisi dinding saluran cerna. Selain itu zat musilago juga mampu melapisi tenggorokan sehingga tidak mudah luka dan mengalami radang. Daun waru juga mampu mengobati diare dan amandel bengkak.

Daun waru juga mampu meredakan gejala flu, seperti demam dan batuk. Selain itu daun waru juga bermanfaat mengatasi gangguan pernafasan yang disebabkan bakteri, seperti bronkitis dan pneumonia.  Meminum air rebusan daun waru dipercaya melancarkan buang air kecil dan memberi efek diuretik. Sedangkan fungsi antiradan yang dimiliki daun waru membuatnya berguna menurunkan demam.

Untuk menyembuhkan batuk berdahak atau kering, caranya ambil kuncup bunga waru yang masih segar. Bersihkan dengan air lalu kunyah dan telah. Tenggorokan akan menjadi tenang dan membantu meredakan batuk.

Manfaat antiradang dalam daun waru juga dapat membantu meredakan radang sendi. Umumnya radang sendi muncul akibat cedera, penyakit degeneratif, infeksi, hingga penyakit autoimun. Gejala adalah nyeri sendi, kekakuan sendi, dan pembengkakan, dan penurunan fungsi sendi. Kandungan  kandungan alkaloid dan saponin dalam daun waru memiliki efek analgesik  dan antispasmodik yang mengatasi nyeri terutama di persendian.

Daun waru juga memiliki sifat antioksidan, seperti tanin, alkaloid,dan saponin. Hal ini menjadikan daun waru mampu melidungi tubuh dari efek negatif radikal bebas yang memicu penyakit kronis, termasuk tumor dan kanker. Meski demikian, para ahli masih melakukan penelitian guna mencari sejauh mana pengaruh daun waru terhadap penyembuhan kanker.

Untuk mendapatkan manfaar daun waru caranya cukup mudah. Ambil beberapa lembar daun waru yang masih muda, bersihkan dengan air mengalir. Rebus hingga mendidih lalu angkat. Biarkan menjadi hangat dan minum selayaknya teh. Bisa juga ditambahkan madu atau gula batu untuk menambah rasa. Daun waru juga bisa diolah menjadi tumis dan dikonsumsi selayaknya sayur lainnya.

Daun waru juga mampu menyehatan rambut dan mencegah kerontokan. Kandungan senyawa saponin dan flavonoid membuat daun waru kerap digunakan sebagai bahan pembuat sampo. Saponin diketahui adalah bahan busa alami yang berguna untuk mencuci rambut. Sedangkan flavonoid membunuh bakteri dan virus.

Untuk mendapatkan manfaat daun waru bagi kesehatan rambut, caranya ambil daun waru muda, remas-remas dengan tangan dan sampai mengeluarkan air. Saring air perasan daun waru dan diamkan di tempar terbuka selama semalaman. Gunakan air perasan daun waru itu untuk mencuci rambut dan kulit kepala. Lakukan setidaknya sepekan sekali dengan pijatan selama tiga hingga lima menit.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI