Daun Harendong, Lalapan yang Mampu Obati Sariawan, Diare, Disentri, Keputihan, dan Keracunan
berita
Daun Harendong
13 July 2020 15:10
Watyutink.com – Masyarakat Indonesia, khususnya orang Sunda sudah sangat kenal dengan daun harendong. Di beberapa daerah, tanaman ini dikenal dengan berbagai sebutan. Orang Jawa menyebutnya kluruk, orang Madura menyebutnya kemanden. Di Kalimantan tanaman tersebut dinamakan senduduk atau cengkodok. Sedangkan orang Flores menyebutnya ndusuk.

Tanaman harendong selama ini dikenal sebagai bahan pembuat obat tradisional. Pasalnya tanaman harendong kaya akan kandungan senyawa kimia yang bermanfaat bagi kesehatan. Para ahli kesehatan meyakini, tanaman harendong, terutama daunnya bisa diolah menjadi obat untuk mengatasi beberapa gangguan atau masalah kesehatan.

Tahukah Anda apa saja manfaat daun harendong bagi kesehatan?

Tanaman harendong atau senggani biasa tumbuh du tempat berhawa sejuk seperti lereng gunung dan cukup mendapat sinar matahari. Harendong juga tumbuh di daerah semak belukar yang tidak terlalu rimbun.

Harendong dikenali dari fisiknya yang tegak, dengan ketinggian antara setengah sampai empat meter, bersisik, memiliki banyak cabang, dan berambut. Daunnya tunggal, memiliki tangkai, dan letaknya berhadapan bersilangan. Sedangkan, helai daunnya berbentuk bundar telur, ujungnya lancip, tepiannya rata, dan permukaannya berambut pendek. Buahnya yang masak tampak merekah dengan warna ungu kemerahan.

Masayarakat biasanya memanfaatkan daun harendong untuk dijadikan lalapan dan disantap bersama nasi dan sambal. Tanpa disadari, ternyata tanaman ini kaya akan kandungan zat dan senya kimia yang berguna untuk kesehatan, seperti saponin, tanin dan flavonoid. Hal inilah yang membuat harendong bermanfaat untuk dijadikan obat, salah satunya sebagai obat disentri dan diare. Pasalnya daun harendong mengandung zat yang mampu menghambat perkembangan kuman penyebab diare.

Untuk membuat obat disentri dan diare, ambil daun harendong secukupnya, cuci dengan air hingga bersih. Rebus dengan tiga gelas air hingga mendidih dan tersisa satu gelas. Minum air rebusan itu dua atau tiga kali sehari. Bisa juga ditambahkan madu untuk menambah rasa. Lakukan rutin hingga diare dan disenteri sembuh.

Daun harendong juga berguna untuk pengobatan sariawan. Ambil daun harendong secukupnya, cuci hingga bersih. Bilas dengan air matang atau hangat. Kunyah dan telan daun harendong dengan dicampur sedikit garam.

Daun senggani juga bermanfaat bagi para wanita yang menderita keputihan dan menstruasi berlebihan. Siapkan dua genggam daun harendong, bangle dan jehe seukuran ibu jari. Cuci bersih dan potong kecil-kecil. Rebus dengan tiga gelas air dan satu sendok makan cuka hingga tersisa dua gelas. Angkat dan saring. Minum ramuan itu dua kali sehari masing-masing satu gelas. Lakukan dengan rutin.

Daun harendong juga mampu menyembuhkan keracunan. Pasalnya daun harendong mengandung sifat anti-toksik yang mampu menetralkan racun-racun  dalam tubuh. Siapkan sekitar 60 gram daun harendong, rebus dengan tiga gelas air hingga mendidih dan tersisa satu gelas. Setelah mendidih, angkat dan saring. Minum ramuan tersebut selagi hangat.  

Meski mampu menetralkan racun, ada beberapa yang tidak mampu diatasi oleh ramuan daun harendong. Itulah sebabnya jika ramuan daun harendong tidak bisa menyembuhkan keracunan, segera hubungi dokter untuk mendapat perawatan lebih intensif.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila