Dampak Buruk Penggunaan Asbes, Sebabkan Asbestosis, dan Kanker Paru-paru
berita
Sumber Foto : health.detik.com
21 October 2019 16:50
Watyutink.com –Produsen produk kesehatan dan rumah tangga asal Amerika Serika (AS) Johnson & Johnson memutuskan menarik produk bedak bayi dari pasaran. Penarikan yang dilakukan sejak sejak Jumat (18/10/2019) itu lantaran adanya indikasi paparan asbes pada produk bedak bayi. Badan pengawas obat dan makanan AS atau Food and Drug Administration (FDA)mengaku telah menemukan kandungan asbes sebesar 0,00002 persen pada bedak bayi Johnson & Johnson. Menurut FDA hal itu sudah cukup memberikan ancaman bagi kesehatan.

Tahukah Anda, apa saja dampak buruk asbes bagi kesehatan manusia?

Asbes selama ini banyak digunakan sebagai bahan bangunan, utamanya untuk atap dan penutup bangunan pengganti genteng. Selain kuat dan tahan bocor, asbes juga tahan retak dan memiliki sifat anti panas.

Namun di balik keunggulannya, asbes menyimpan berbagai efek buruk bagi kesehatan.  Para ahli kesehatan menyebut penggunaan asbes bisa berdampat buruk pada organ pernafasan seperti paru-paru. Asbes yang sudah pecah, retak, atau rusak akan menghasilkan debu dan serat yang sangat kecil dan tidak terlihat mata. Debu tersebut bisa terhirup dan mengakibatkan masalah kesehatan.

Penyakit akibat paparan asbes memang tidak langsung terasa. Akibat buruk asbes akan terasa setelah 20 hingga 30 tahun kemudian. Hal inilah yang membuat banyak orang tidak menyadari bahkan tidak menghiraukan akibat buruk pemakaian asbes. Padahal beberapa penyakit akibat asbes siap mengancam manusia, salah satunya adalah mesothelioma, yakni penyakit kompilasi pada cairan lapisan paru-paru. Serat asbes juga dapat menyebabkan pembengkakan pada wajah dan leher, terutama pada bagian jaringan jantung.

Asbes juga bisa menyebabkan plak pleura, yakni penebalan pada jaringan tisu pleura atau selaput paru-paru. Asbes diketahui memiliki kandungan serat silikat mineral. Jika terhirup manusai, zat ini akan menyebabkan paru-paru mengalami perlambatan pergerakan. Hal inilah yang membuat dada terasa berat saat menarik nafas.

Akibat lain dari penggunaan asbes adalah asbestosis, yakni terbentuknya jaringan tisu progresif pada paru-paru. Serat-serat asbes yang sudah lama didalam paru-paru akan membentuk jaringan paru yang lebih luas.

Dampak terburuk dari penggunaan asbes adalah serangan penyakit kanker paru-paru. Biasanya kanker baru terasa setelah lebih dari satu dekade atau sepuluh tahun terpapar asbes.

Untuk mengurangi dampak buruk penggunaan asbes, orang yang terpapar namun belum terlampau lama disarankan banyak mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi. Selain itu aktivits fisik, seperti olah raga juga sangat dianjurkan. Pasalnya racun yang terkandung dalam asbes bisa dibuang melalui keringat.

Sedangkan dalam jangka pendek, bisa dilakukan tindakan pencegahan untuk mengurangi dampak buruk paparan serat asbes. Tindakan tersebut bisa dengan beberapa cara, seperti menyemprotkan air ke lembaran asbes untuk mencegah tanah, debu atau serat beterbangan di udara. Selain itu bisa juga dengan menutup asbes dengan lembaran plastik atau terpal untuk menghindari paparan cuaca.

Jika ada lembaran asbes yang rusak, rekat, atau berlubang, segera ganti dengan yang baru. Berikan ruang kosong atau batas antara asbes dengan ruangan di dalam rumah.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas             Ironi yang Tak Pantas Dibiarkan Berulang             Pemerintah Harus Tunjukan Penggunaan Utang  Secara Produktif