Cegah Serangan Kanker dengan Konsumsi Sayur Kecombrang
berita
Bunga Kecombrang
10 July 2021 16:30
Watyutink.com – Tanaman kecombrang selama ini sudah lazim diolah menjadi aneka jenis masakan. Biasanya yang dipilih adalah bunga kecombrang yang masih kuncup atau belum mekar. 

Harum bunga kecombrang yang khas diyakini membuat masakan menjadi lebih sedap. Aromanya dipastikan membuat siapapun tertarik mencicipi olahan sayur kecombrang. 

Ternyata sayur kecombrang bukan hanya lezat dijadikan menu masakan. Bahan makanan ini juga kaya akan manfaat bagi kesehatan. Kecombrang dikenal memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik untuk menjaga kebugaran tubuh.

Tahukah Anda, apakah manfaat kecombrang bagi kesehatan dan bagaimana mengolahnya?

Kecombrang mempunyai nama latin etlingera elatior. Di beberapa daerah di Indonesia tanaman ini juga dikenal dengan nama kincung atau sambuang. Kecombrang termasuk dalam jenis tumbuhan rempah-rempah.

Ahli kesehatan menyebut mengkonsumsi kecombrang mempunyai efek positif bagi kesehatan. Pasalnya kecombrang mengandung berbagai nutrisi yang baik untuk kesehatan. 

Data Komposisi Pangan Indonesia menyatakan dalam 100 gram kecombrang segar terkandung energi sebanyak 34 kalori, 6,7 gram karbohidrat, 2,6 gram serat, 1 gram lemak, 60 miligram kalsium, 16 miligram fosfor, 1 miligram zat besi, 650,6 miligram kalium, dan 47 miligram natrium.

Jurnal BMC Research Notes, menyebut, penelitian yang pernah dilakukan membuktikan kecombrang mengandung antioksidan yang sangat tinggi. Kandungan antioksidan bukan hanya terdapat pada bunganya, melainkan juga pada batang, rimpang, dan daunnya.

Kecombrang diketahui mengandung senyawa flavonoid, salah satu senyawa antioksidan yang dapat melindungi kerusakan sel dalam tubuh akibat paparan radikal bebas. Itulah sebabnya kecombrang dikenal pula sebagai tanaman antikanker. Pasalnya kecombrang diyakini dapat memperlambat kerusakan sel akibat pertumbuhan kanker.

Selain itu, kecombrang juga punya sifat antibakteri. Bagian bunga kecombrang mengandung zat antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan berbagai jenis bakteri seperti, bacillus cereus, euscheria coli, listeria monocytogenes, dan staphylococcus aureus.

Sifat antibakteri pada kecombrang juga diakibatkan adanya kandungan minyak atsiri, alkaloid, dan asam lemak di dalamnya. Sifat antibakteri ini juga menyebabkan kecombrang dapat digunakan sebagai pengawet alami.

Kecombrang juga bisa digunakan untuk penguat cita rasa masakan. Aroma kecombrang yang kuat dapat digunakan untuk mengurangi aroma anyir dan amis pada ikan dan seafood. Kecombrang juga memberikan aroma segar pada sambal dan hidangan masakan tumis maupun berkuah. Masakan yang dicampur kecombrang biasanya lebih mudah dibedakan dengan masakan lain lantaran aromanya yang sangat khas.

Untuk mengolah kecombrang menjadi makanan tidak terlalu sulit. Pasalnya kecombrang adalah bahan makanan serbaguna. Kecombrang banyak diolah sebagai campuran bumbu, sayur, urap, pecak, campuran gulai dan sambal.

Untuk mendapatkan manfaat kecombrang, siapkan bunga kecombrang segar, pisahkan batang dan bunga kuncupnya. Batangnya bertekstur lebih keras tapi masih bisa dipotong-potong. Bahan ini bisa digunakan untuk olahan berkuah seperti sop.

Untuk bunganya, cuci terlebih dahulu sebelum dipotong-potong. Kemudian keringkan. Bunga ini selanjutnya bisa diiris tipis, atau dicincang kecil-kecil. Setelah dicincang bisa masuk ke dalam campuran berbagai bumbu masakan.

Salah satu resep olahan kecombrang yang paling sering dihidangkan adalah urap. Paduan sayuran dengan kecombrang akan membuat menu makan Anda semakin wangi, sedap, dan sehat

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF