Cegah Lemah dan Lesu Saat Berpuasa dengan Minum Ramuan Madu dan Garam Himalaya
berita

06 May 2020 17:15
Watyutink com - Saat menjalani ibadah puasa Ramadhan seringkali tubuh merasa lamah dan lesu. Hal ini wajar mengingat selama berpuasa asupan makanan dan minuman untuk tubuh berhenti. Selama sekitar 14 jam tubuh dibiarkan lapar dan haus.

Namun hal itu tidak boleh membuat aktivitas terhenti. Baik bekerja maupun beribadah di siang hari harua tetap dilakukan. Itulah sebabnya orang sering mengonsumsi suplemen saat berpuasa. Hal ini dilakukan agar tetap bisa berenergi dan fit saat beraktivitas meski tengah berpuasa.

Sebenarnya lemah dan lesu bisa diatasi dengan mengonsumsi ramuan herbal atau alami. Dua bahan yang bisa digunakan adalah madu dan garam himalaya.

Tahukah Anda, apa manfaat madu dan garam himalaya untuk menyegarkan tubuh?

Garam himalaya atau himalayan salt adalah bahan yang berasal dari pegunungan Himalaya, gunung yang tertinggi di dunia. Garam himalaya tidak dibuat melalui proses seperti garam pada umumnya. Garam berwarna merah muda ini diambil langsung setelah terkubur selama ribuah tahun di bawah lapisan es dan salju.

Garam himalaya diakui sebagai garam yang paling murni. Terlebih garam himalaya memiliki kandungan natrium yang lebih rendah dibanding garam lain. Dalam seperempat sendok makan garam himalaya terkandung 420 miligram natrium, jauh di bawah garam lain yang mengandung 600 miligram natrium.

Itulah sebabnya garam himalaya sangat baik untuk menjaga kesehatan. Selain itu garam himalaya aman bagi penderita gagal jantung, penyakit ginjal dan sirosis hati.

Sedangkan madu adalah bahan alami yang telah diakui manfaatnya bagi kesehatan. Cairan yang berasal dari hewan lebah ini dikenal kaya akan kandungan nutrisi yang bermanfaay bagi tubuh. Meski komposisi utamanya adalah air dan gula tapi madu juga mengandung asam amino, antioksidan, vitamin, dan mineral.

Selain itu madu juga memiliki kandungan fruktosa atau gula alami yang juga dijumpai pada buah-buahan. Itulah sebabnya selain berasa manis, madu juga bermanfaat memberikan energi bagi tubuh.

Penulis buku Jurus Sehat Rasulullah (JSR) dr Zaidul Akbar mengatakan ramuan madu dan garam himalaya dapat membuat tubuh tetap fit meski tengah berpuasa. Selain itu ramuan madu dan garam himalaya mampu menyembuhkan sakit kepala, radang tenggorokan, kram otot.

Rutin mengonsumsi ramuan madu dan garam himalaya setiap sahur dan berbuka puasa juga bisa menghindarkan rasa haus saat berpuasa.

Untuk membuat ramuan herbal ini caranya sangat mudah. Siapkan satu atau dua sendok makan madu murni, garam himalaya sebanyak seujung sendok makan. Campur kedua bahan tersebut dengan 200 hingga 300 mililiter air hangat. Aduk dengan rata hingga kedua bahan benar-benar larut.

Minum saat buka dan sahur. Khusus saat berbuka, sebaiknya jangan langsung diminum. Lebih baik jika ramuan madu dan garam himalaya diminum setelah terlebih dahulu makan sebutir atau tiga butir kurma.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF