Cegah Gangguan Pencernaan Diawal Puasa dengan Konsumsi Makan yang Tepat Saat Buka dan Sahur
berita

24 April 2020 17:05
Watyutink.com - Hari ini, Jumat (24/4/2020) bertepatan dengan 1 Ramadhan 1441 Hijriyah, hari pertama di tahun ini umat Islam menjalankan ibadah puasa. Meski dilaksanakan dalam suasana keprihatinan akibat wabah virus corona, tak menyurutkan umat Islam melaksanakan salah satu ibadah wajib itu.

Umat Islam tetap gembira dan bersemangat berpuasa. Terlebih pemerintah juga menyarankan masyarakat berada di rumah selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Jadilah pada saat ini umat Islam lebih banyak melakukan aktivitas di rumah selama menjalankan ibadah puasa.

Namun sangat disayangkan semangat dalam beribadah tidak dibarengi dengan pemahaman kesehatan dalam berpuasa. Akibatnya mereka kerap mengalami gangguan kesehatan, terutama di awal puasa.

Tahukah Anda, apa gangguan kesehatan di awal puasa dan bagaimana mengatasinya?

Salah satu keluhan yang kerap muncul saat pertama menjalankan puasa Ramadhan adalah gangguan pencernaan. Penyakit diare dan sakit perut kerap terjadi, terutama bagi yang sebelumnya jarang melaksanakan puasa sunnah.

Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr H Ari fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM mengata banyak orang yang tidak memperhatikan pola makan saat menjalani awal puasa. Hal ini memicu gangguan pencernaan, terutama pada pekan awal Ramadhan.

Pada awal-awal puasa biasanya seseorang mulai merasakan tubuh tidak nyaman. Hal ini disebabkan adanya perubahan pH akibat berubahnya pola makan. Selain itu tubuh juga tengah beradaptasi terhadap perubahan pola makan dan aktivitas.

Dr Ari menuturkan kebiasaan salah makan saat sahur dan buka terkadang juga bisa memicu mual dan muntah. Salah satu kesalahan yang kerap dilakukan adalah makan mie instan saat sahur. Akibatnya pada siang harinya, perut akan mengalami kembung.

Jika dibiarkan, perut kembung bisa berujung muntah. Hal ini tentu saja bukan hanya merugikan kesehatan tapi juga menyebabkan puasa batal. Terlebih bagi orang yang memiliki riwayat sakit maag. Gangguan tersebut justru akan menyebabkan kesakitan yang sangat di perut.

Saat berbuka juga banyak masyarakat yang mengonsumsi makanan tidak sehat, seperti terlalu pedas atau makanan bersantan. Selain itu berbuka dalam jumlah yang terlalu banyak juga memicu munculnya diare pada malam atau keesokan harinya.

Dekan FKUI ini menyarankan, umat Islam berbuka dengan menu yang cenderung manis. Setelah itu biarkan perut 'beristirahat.'  Laksanakan sholat dulu, setelahnya barulah makan yang berat. Saat sahur, dr Ari menyarankan tidak mengonsumsi makanan berlemak, seperti cokelat atau keju. Sebaiknya konsumsi makanan penahan lapar yang bisa bertahan lebih lama.

Dr Ari menyarankan sebaiknya kurangi mengonsumsi makanan yang banyak mengandung santan, minuman yang terlalu manis dan dingin seperti es. Kurangi pula mengonsumai makanan pedas dan sambal. Pilihlah makanan dan minuman yang tepat serta tetap menjaga kualitas makanan dan kebersihan.

Selain itu menurut dr Ari, kebersihan lingkungan wajib dijaga. Pasalnya pencaran dan lingkungan yang kotor bisa memicu perpindahan bakteri penyebab penyakit.
 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF