Bukannya Jadi Sehat, Kelebihan Vitamin Justru Undang Penyakit
berita

23 October 2019 16:55
Watyutink.com – Vitamin adalah zat yang sangat diperlukan tubuh. Pasalnya vitamin bisa menjaga kesehatan organ-organ tubuh. Vitamin A bermanfaat bagi kesehatan mata, vitamin D untuk kesehatan tulang, vitamin E untuk kesehatan kulit, serta beberapa vitamin lainnya dengan manfaat masing-masing. Itulah sebabnya semua orang berusaha memenuhi kebutuhan vitaminnya, baik yang alami dari makanan maupaun suplemen vitamin.  

Namun dalam memenuhi kebutuhan vitamin, kita tidak boleh sembarangan. Asupan vitamin harus disesuaikan dengan kebutuhan. Kelebihan asupan vitamin dikhawatirkan justru menimbulkan masalah kesehatan.

Tahukah Anda, apa saja penyakit yang bisa muncul akibat kelebihan vitamin?

Vitamin bisa dibedakan menjadi dua macam, yakni yang larut dalam air seperti vitamin B dan C serta vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin, A, D, E, dan K. Kelebihan dari tiap-tiap vitamin tersebut bisa menimbulkan akibat yang berbeda. Namun, secara umum vitamin larut lemak menimbulkan akibat yang lebih berbahaya bagi tubuh. Pasalnya vitamin tersebut akan menumpuk dalam tubuh.

Beberapa kondisi yang muncul akibat kelebihan vitamin juga bisa dibedakan menurut jenis vitamin yang dikonsumsi. Kelebihan vitamin A berakibat meningkatnya risiko osteoporosis atau kerapuhan tulang. Mengonsumsi vitamin A melebihi 1,5 miligram per hari dapat meningkatkan risiko patah tulang. Padahal sejatinya vitamin A sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata.

Jika Anda biasa mengonsumsi minyak ikan, susu, telur, dan hati sebaiknya hentikan konsumsi suplemen vitamin A. Pasalnya makanan tersebut sudah mengandung vitamin A dalam jumlah cukup.

Kelebihan vitamin B bisa menimbulkan gangguan pada pencernaan seperti rasa mual. Kulit pun akan menjadi kemerahan dan terasa perih. Selain itu kelebihan asupan vitamin B juga berisiko mengganggu fungsi hati.

Sebenarnya vitamin B berfungsi untuk menjaga kesehatan sistem saraf dan membantu pembentukan sel darah merah. Vitamin yang terdiri dari B1, B2, B3, B5, B6, B9, dan B12 ini banyak diperoleh dari sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, telur, dan hati.

Masalah pencernaan juga bisa muncul akibat kelebihan asupan vitamin C. Kelebihan vitamin yang berasa asam ini dapat menimbulkan rasa mual, muntah, diare, dan sakit perut. Padahal vitamin yang banyak terdapat pada buah jeruk, brokoli, dan kentang ini berguna untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegah serangan berbagai jenis penyakit.  

Sedangkan kelebihan vitamin D dapat memicu penyakit batu ginjal. Pasalnya kelebihan vitamin D menyebabkan penumpukan kalsium dalam darah, arteri, dan jaringan lunak. Padahal vitamin yang banyak terdapat dalam minyak ikan, daging merah, hati, dan terlur ini berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang, gigi, dan otot. Vitamin D juga bisa diproduksi secara alami oleh kulit dengan bantuan sinar matahari.

Vitamin E adalah zat yang bermanfaat menjaga kesehatan kulit dan jaringan tubuh. Namun kelebihan vitamin E bisa menyebabkan memar, ruam, sakit kepala, dan tubuh terasa letih. Beberapa ahli bahkan menyebut asupan  vitamin E yang terlalu banyak meningkatkan risiko serangan stroke. Itulah sebabnya jika sudah rutin mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin E, seperti minyak sayur, buah, daging ayam, telur, dan sereal sebaiknya hentikan konsumsi suplemen vitamin E.

Itulah sebabnya dalam mencukup asupan vitamin kita sebaiknya tidak terlalu berlebihan. Bila makanan yang kita konsumsi setiap hari sudah bervariasi, rasanya sudah cukup memenuhi asupan vitamin. Kalau pun ingin mengonsumsi suplemen vitamin, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas             Ironi yang Tak Pantas Dibiarkan Berulang             Pemerintah Harus Tunjukan Penggunaan Utang  Secara Produktif