Bukan Sekadar Tudukkan Badan, Rukuk dalam Sholat bisa Sehatkan Saraf, Jantung, dan Pencernaan
berita
Sumber Foto : republika.co.id
28 November 2019 16:10
Watyutink.com – Mungkin setiap orang sudah pernah melakukan gerakan membungkuk atau menunduk. Gerakan menurunkan badan sebatas pingging ini biasanya dilakukan saat mengambil benda di bawah atau untuk menghormati orang lain.

Bagi umat Islam, gerakan membungkuk atau menunduk tentu tidak asing lagi. Pasalnya membungkuk adalah salah satu gerakan wajib dalam sholat. Umat Islam menyebutnya sebagai rukuk. Setidaknya dalam sehari semalam umat Islam melakukan 17 kali gerakan rukuk.

Ternyata membungkukkan punggung atau rukuk adalah salah satu cara menyehatkan tubuh. Ada banyak manfaat bagi tubuh jika kita rutin melakukan gerakan membungkuk atau rukuk.

Tahukah Anda, apa saja manfaat rukuk bagi kesehatan?  

Rukuk adalah gerakan membungkukkan punggung ke depan. Kedua telapak tangan diletakkan tepat di atas sendi lutut atau dengkul. Sedangkan wajah menghadap atau memandang lantai tempat sujud. Para ahli kesehatan menyebut gerakan ini sangat sehat dan memberikan dampak positif bagi tubuh, salah satunya untuk menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae)sebagai penyangga tubuh.

Gerakan rukuk yang sempurna menciptakan sensasi tarikan pada tulang punggung dan mengurangi kompresi antar ruas tulang belakang. sebelumnya tegang. Tangan yang berumpu pada lutut atau dengkul bisa berfungsi merelaksasi otot bahu hingga ke bawah. Selain itu gerakan menunduk bagi laki-laki juga bisa menyehatkan organ kemih dan mencegah gangguan prostat.

Saat rukuk posisi jantung akan sejajar dengan otak sehingga aliran darah dari jantung ke otak menjadi lebih seimbang. Selain itu aliran darah di tubuh bagian tengan menjadi lebih lancar. Itulah sebabnya gerakan rukuk dapat mencegah penyakit jantung koroner.

Ramadhani dalam bukunya, 'Alquran vs Sains Modern menurut Dr Zakir Naik' menambahkan posisi rukuk juga menjaga kesehatan fungsi beberapa sistem saraf, seperti saraf pusat dan tepi, saraf opticus atau penglihatan, dan saraf olfactorius atau pembauan. Selain itu fungsi saraf oktavus atau pendengaran dan saraf vagus atau organ dalam juga bisa menjadi semakin baik.

Bila dilakukan secara rutin, posisi ruku  dapat memelihara fungsi pembuluh darah, menjaga kekuatan otot paha dan betis belakang. Ruku juga melatih kekuatan otot perut.

Gerakan rukuk akan semakin sempurna jika ditambah dengan i’tidal, yakni bangun atau berdiri tegak kembali.  Posisi i’tidal sangat baik untuk kesehatan organ pencernaan. Pasalnya organ yang berada di dalam perut itu akan mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Akibatnya proses pencernaan menjadi lebih lancar.

Selain itu  gerakan i'tidal juga bisa menjadikan postur tubuh lebih indah dan ideal. Pasalnya tulang tubuh akan bersikap tegap dan lurus.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Teguh Santoso, S.E., M.Sc.

Dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unpad, Peneliti Center for Economics and Development Studies

FOLLOW US

Aturan Timbulkan Administration Cost, Beban Bagi UMKM                Pelaku Bisnis E-commerce Tak Perlu Berbadan Hukum             Hambat Usaha Kecil Naik Kelas             Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir