Bukan Pertanda Tidur Nyenyak, Mendengkur Justru Pertanda Tubuh Terganggu
berita

09 April 2019 17:00
Watyutink.com – Salah satu perbuatan yang menjengkelkan tapi tidak diketahui adalah mendengkur. Bukan kita yang jengkel, tapi orang disekitar kita. Pasalnya kita tidak pernah menyadari telah mendengkur atau ngorok saat tidur. Kita bisa mengetahuinya dari pengakuan istri atau suami yang setiap hari tidur di sebelah kita.

Banyak orang yang menganggap ngorok adalah pertanda tidur kita nyenyak. Padahal sebetulnya anggapan itu salah. Mendengkur atau ngorok justru bisa menjadi indikasi terjadi ‘sesuatu’ dalam tubuh kita. Jika dibiarkan, ngorok justru bisa berbahaya.

Tahukah Anda, apa bahaya tidur mendengkur atau ngorok?

dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia mengatakan anggapan bahwa ngorok adalah hal lumrah adalah salah. Mendengkur menurut dr Agus justru menunjukkan terjadinya gangguan penyempitan saluran napas dalam tubuh kita, terutama saat tidur.

Penyempitan ini menyebabkan aliran udara yang masuk dalam saluran pernapasan menjadi berkurang. Akibatnya, suplai oksigen ke seluruh jaringan tubuh pun ikut berkurang.

dr Agus mengatakan ngorok adalah mekanisme awal terjadinya obstructive sleep apnea (OSA). Jika tidak diatasi, maka OSA bisa menyebabkan seseorang bernafas selama sekitar 10 detik. Jika terjadi berulang-ulang sepanjang tidur, kondisi ini tentu sangat berbahaya. Terlebih OSA dapat mengakibatkan kematian mendadak saat tidur.

dr Agus menjelaskan, OSA dapat terjadi pada semua usia. Pria dengan usia diatas 40 tahun adalah kelompok paling berisiko mengalaminya. Faktor risiko utama pemicu OSA adalah kegemukan dan obesitas.

Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, dalam risetnya menemukan bukti enam persen pria dan tiga persen wanita menderita OSA. Hasil riset tersebut juga menemukan bukti OSA sebagai pemicu tidur ngorok terkait dengan gejala depresi yang dialami seseorang. Depresi bisa disebabkan karena kegagalan atau rasa putus asa.

Selain menyebabkan gangguan pada sistem pernafasan, ngorok juga bisa menyebabkan masalah pada jantung. Pasalnya ngorok bisa memicu terjadinya penyumbatan pada jantung koroner. Orang yang tidur mendengkur juga rentan mengalami darah tinggi atau hipertensi. Hal ini membuat risiko terjadinya stroke juga semakin besar.

Kebiasaan mendengkur juga bisa mengganggu keharmonisan hubungan rumah tangga. Selain menyebabkan suami atau istri tidak nyaman saat tidur disebelahnya, ngorok juga bisa menurunkan libido atau hasrat seksual. Dalam jangka panjang, ngorok bisa menyebabkan disfungsi ereksi.  

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Jerry Massie, Dr., M.A., Ph.D.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies

FOLLOW US

Temuan TPF Novel Tidak Fokus             Bentuk TGPF Independen untuk Kasus Novel Baswedan             Pilah Skema Untuk Proyek Strategis             Risiko Penyertaan Equity Proyek Macet             Diskresi Kepolisian Bermasalah?             Penanganan Tak Sesuai Perkap             Polisi Tidak Dikondisikan Menjadi Arogan             Kita Tidak Dapat Menduga Kondisi Mental Polisi saat Menembak             MPLS Harus Diselenggarakan Sesuai Pedoman             Pendidikan Swasta Semi Militer Harus Ditertibkan