Bukan Makanan Halal, Daging Anjing Bisa Sebabkan Hipertensi, Rabies, dan Infeksi Bakteri
berita

05 December 2019 15:10
Watyutink.com – Baru-baru ini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengeluarkan larangan makan daging anjing. Menurut Ganjar daging anjing bukan termasuk hewan yang bisa dan layak dimakan. Selain itu Ganjar berdalih larangan ini untuk mencegah penyebaran penyakit rabies.

Bagi umat Islam larangan makan daging anjing bukan hal baru. Sejak 14 abad lalu Nabi Muhammad SAW telah melarang umat Islam memakan daging anjing. Pasalnya umat Islam diperintahkan makan makanan yang halalan toyyiban atau halal dan baik. Daging anjing adalah makanan yang tidak baik bahkan berbahaya.

Tahukah Anda apa bahaya makan daging anjing?

Prof. DR. Saptawati Bardosono, MSc ahli gizi klinis, Fakultas Kedokteran Univesitas Indonesia (FKUI) mengatakan daging anjing diketahui memiliki kandungan natrium yang sangat tinggi. Jika dikonsumsi, daging anjing bisa menimbulkan masalah kesehatan. Saptawai menjelaskan kandungan natrium tinggi bisa memicu penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Dalam 100 gram daging  anjing terdapat 1,06 miligram natrium. Padahal asupan natrium yang dianjurkan tidak lebih dari dua miligram per hari. Jika manusia makan daging anjing ditambah sumber makanan lain dipastikan asupan natrium melebihi batas dan berisiko terkena hipertensi.

Selain itu mengonsumsi daging anjing juga bisa memicu berbagai penyakit, salah satunya rabies. Penelitian yang dilakukan Radbound University Medical Center, Belanda pada 2009 membuktikan kontak langsung dengan anjing dan kucing berisiko menularkan penyakit rabies. Terlebih jika yang dilakukan adalah memotong dan memakan daging anjing.

Penelitian lain yang dilakukan National Institute of Hygiene and Epidemiology of Vietnam melaporkan, dua dari sepuluh anjing yang sakit ditemukan positif rabies. Sedangkan Badan Kesehatan Dunia  atau World Health Organization (WHO) mengatakan salah satu risiko penyebaran rabies berasal dari peredaran daging anjing.

Menongsumsi daging anjing juga berisiko terkena trichinellosis, yakni penyakit akibat parasit yang bisa menular dari anjing ke manusia. Penuralan bisa terjadi saat manusia memakan daging anjing yang terinfeksi. Jean-Marc Olive dari WHO mengatakan mengonsumsi daging anjing meningkatkan risiko infeksi bakteri hingga 20 kali.

Parasit trichinellosis jika menjangkiti manusia akan menyebabkan peradangan di pembuluh darah. Jika tidak segera ditangani, infeksi bakteri ini bisa berakibat fatal.

Akibat lain dari kebiasaan makan daging anjing adalah resistensi atau kebal dari antibiotik. Anjing yang tidak higienis banyak menyimpan bakteri, kuman, dan virus. Itulah sebabnya sebelum dipotong seringkali anjing diberikan antibiotik dosis tinggi. Mengonsumsi daging anjing semacam itu dapat membuat sistem kekebalan tubuh manusia berubah dan penuh dengan antibiotik. Akibatnya jika tubuh terkena penyakit, obat antibiotik tidak lagi mampu menyembuhkannya.

Penelitian yang dibulikasikan Review of Antimicrobial Resistance, jurnal  kesehatan yang terbit di Inggris, memperdiksi pada 2050 lebih dari 10 juta nyawa melayang akibat resistensi antibiotik. Itulah sebabnya hal itu harus dicegah, salah satunya dengan menghentikan kebiasaan mengonsumsi daging anjing. (cp)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)