Bukan Hanya untuk Rokok, Daun Tembakau Ternyata bisa Jadi Obat Kanker dan Diabetes
berita

08 July 2019 16:45
Watyutink.com – Selama ini orang hanya mengenal daun tembakau hanya sebagai bahan baku pembuatan rokok. Padahal seperti halnya tanaman lainnya, tembakau juga memiliki manfaat lain selain untuk rokok. Bahkan pada masa lampau, daun tembakau banyak digunakan untuk obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya. Daun tembakau saat itu digunakan utuk praktik homeopati dan pengobatan alternatif. Homeopati adalah metode terapi yang percaya semua penyakit bisa disembuhkan.

Sayangnya manfaat daun tembakau sebagai sarana pengobatan seolah terlupakan. Produksi rokok yang semakin banyak membuat tembakau hanya dikaitkan dengan industri rokok.

Tahukah Anda, apa saja manfaat daun tembakau untuk obat-obatan?

Tembakau adalah tanaman yang sangat terkenal. Tanaman ini sebetulnya masih satu keluarga dengan terong. Beratus tahun lalu, pada abad 16 hingga 19 daun yang memiliki rasa pedas ini digunakan sebagai obat. Namun sejak bangsa barat mengenal rokok, fungsi tembakau seolah hanya untuk bahan baku rokok. Akibatnya sebagian besar orang tidak bisa membedakan antara rokok dan tembakau.

Beda Tembakau dan Rokok

Perbedaan paling mendasar dari keduanya adalah, tembakau ditanam di sawah sedangkan rokok diproduksi di pabrik. Pada dasarnya daun tembakau seperti sayuran para umumnya, baik untuk kesehatan. Berbeda dengan rokok yang justru berbahaya bagi kesehatan.  

Saat diolah menjadi rokok, pada tembakau ditambahkan bermacam-macam bahan kimia. Celakanya, semua bahan kimian tersebut termasuk jenis racun seperti arsenik, hydrogen sianida, cyanide,  butane, cadmium, freon, methoprene, dan sebagainya. Arsenik diketahui adalah racun yang digunakan untuk membunuh tikus, butane adalah salah satu jenis pestisida, sedangkan cadmium sering digunakan untuk isi ulang baterai.

Ada sekitar 600 bahan beracun dalam rokok. Efek racun yang terkandung dalam rokok akan semakin mematikan manakala dinyalakan atau dibakar. Setidaknya 69 bahan kimia tersebut diketahui menyebabkan kanker seperti yang dari payudara, paru-paru, laring, lambung, prostat, ginjal, leukemia.

Sedangkan daun tembakau diketahui mengandung manfaat bagi kesehatan. Ilmuwan, Robert L. Erwin, dalam seminar American Cancer Society menyebutkan daun tembakau dapat digunakan sebagai tanaman alternative untuk obat kanker.  

Para ilmuwan memperkenalkan hampir semua gen asing ke dalam tanaman tembakau. Vektor, yang berasal dari virus tembakau dapat dikombinasikan dengan gen yang berguna untuk mengatur produksi protein untuk manusia interleukin-2, yang sedang digunakan dalam pengobatan kanker.

Daun tembakau juga bisa menghasilkan melanin bagi manusia. Biosource, sebuah perusahaan swasta, kini tengah memproduksi melanin manusia, protein yang dikembangkan dari sel tembakau. Mereka berencana untuk menggabungkan melanin, yang merupakan pelindung alami tubuh terhadap sengatan matahari, menjadi spons kecil sehingga dapat diaolikasikan untuk tubuh sebagai tabir surya. Namun perusahaan tersebut belum melakukan uji vektor dalam tanaman tembakau ditanam di lapangan terbuka.

Tembakau juga bermanfaat digunakan di daerah yang terserang wabah penyakit. Para ilmuan menemukan bahwa daun tembakau bisa mengobati penyakit autoimun dan antiinflamasi. Itulah sebabnya daun tembakau dapat digunakan untuk mengatasi penyakit diabetes dan kanker. Namun pengolahannya harus dilakukan dengan seksama hingga menghasilkan ekstak tembakau murni. Pasalnya tembakau mengandung alkaloid beracun yang harus dihapus sebelum protein ini diberikan sebagai obat.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

FOLLOW US

Polisi Tunduk Pada Hukum             Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan             Penggalian Nilai Budaya Dibalik Kebaya             Berkebaya Adalah Kesadaran             Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?