Bukan Hanya Sekadar Gerakan Sholat, Duduk Bersimpuh Bisa Sehatkan Saraf dan Cegah Impotensi
berita

07 November 2019 16:40
Watyutink.com – Saat ini sudah jarang ditemui orang yang duduk bersimpuh. Kebanyakan orang memilih duduk di kursi. Hanya sekali-sekali saja orang duduk bersimpuh, terutama saat menghadiri acara-acara tertentu. Padahal duduk bersimpuh di lantai sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan.

Tahukah Anda, apa manfaat duduk bersimpuh bagi kesehatan?

Bagi umat Islam duduk bersimpuh tentu bukan hal asing. Pasalnya duduk bersimpuh adalah salah satu gerakan dalam sholat yang wajib dikerjakan lima kali setiap hari. Meski merupakan salah satu gerakan sholat, tapi duduk bersimpuh bisa dilakukan di luar sholat. Orang yang tidak beragama Islam pun bisa melakukannya.

Ada dua macam duduk bersimpuh yang di kenal umat Islam. Pertama, duduk iftirash, yakni duduk bersimpuh dengan melipat kedua kaki. Telapak kaki sebelah kanan ditegakkan sedangkan pantat menduduki telapak kaki sebelah kiri. Meski terlihat sederhana, posisi duduk seperti ini memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan.

Posisi duduk seperti ini diyakini dapat melindungi tubuh dari penyakit neuralgia yang menyerang saraf nervus ischiadus pada pangkal paha. Penyakit ini biasanya menyebabkan nyeri pada persendian hingga mengakibatkan kaki sulit digerakkan. Posisi duduk iftirash akan menyebabkan saraf pangkal paha di atas tumit terpijit atau terefleksi yang mencegah serangan neuralgia.

Selain itu duduk dilakukan saat tahiyat awal ini juga dapat menjaga kesehatan jantung dan memperlancar sirkulasi darah. Saat duduk iftirash, aliran darah tidak akan sampai ke kedua kaki bagian bawah. Namun aliran darah ke otak dan organ tubuh lainnya akan bertambah. Akibatnya sirkulasi darah melalui kolateral kaki akan menjadi lebih baik.

Posisi duduk seperti ini juga dapat meningkatkan konsentrasi. Pasalnya saat duduk bersimpuh aliran darah utama berhenti total. Namun debit aliran darah ke otak dan organ penting lainnya justru bertambah. Akibatnya metabolisme tubuh dan daya pikir meningkat. Hal inilah yang menyebabkan konsentrasi meningkat. Itulah sebabnya orang yang sedang bekerja atau belajar disarankan duduk dalam posisi ini.

Duduk yang juga dilakukan diantara dua sujud ini juga bermanfaat untuk menyeimbangkan sistem kerja elektrik serta saraf keseimbangan tubuh. Selain itu posisi iftirash juga bermanfat menjaga kelenturan saraf bagian dalam, cekungan lutut, betis, dan jari-jari kaki. Kajian secara medis membuktikan duduk iftirash dapat mencegah penyakit prostat dan diabetes atau kencing manis.

Selain itu posisi duduk ini juga dapat mencegah pengapuran tulang. Pasalnya duduk iftirash dapat mengaktifkan kelenjar keringat yang disebabkan bertemunya lipatan paha dan betis.  Duduk seperti ini juga menghindarkan tubuh dari timbunan asam laktat penyebab nyeri dan kelelahan.

Duduk bersimpuh yang kedua dalam sholat adalah tawarruk. Duduk ini mirip dengan duduk iftirash, namun telapak kaki kiri diletakkan di sela-sela kaki kanan yang tegak. Pantat tidak lagi menduduki telapak kaki kiri melainkan langsung menyentuh lantai. Duduk yang dilakukan saat tahiyat akhir ini jika dilakukan dengan sempurna akan menghindarkan kaum pria dari penyakit impotensi.

Selain itu duduk tawarruk dapat mencegah gangguan pada kandung kemih, ureter atau saluran yang menghubungkan kandung kemih dan ginjal, serta vas deferens atau saluran yang menghubungkan testis dan kantong sperma. Rutin duduk dalam posisi seperti ini diyakini dapat menyehatkan organ reproduksi kaum pria.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Defiyan Cori, Dr.

Ekonom Konstitusi

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

FOLLOW US

Figur Menjadi Penting untuk Melaksanakan Dua Peran BUMN             Restrukturisasi, Reorganisasi untuk Efisiensi dan Efektivitas BUMN             Kembalikan Proses Pemilihan Pejabat BUMN kepada Spirit Reformasi             Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS             Harus Disadari, Ada Akar Masalah yang Tidak Diselesaikan             Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah