Bukan Hanya Manis, Buah Sawo juga Sehatkan Pencernaan dan Cegah Kanker
berita

16 September 2019 17:08
Watyutink.com – Salah satu buah yang banyak digemari orang Indonesia adalah sawo. Buah berwarna coklat ini mempunyai rasa yang manis dan menyegarkan. Pasalnya buah ini juga banyak mengandung air. Sayangnya banyak orang yang hanya tahu rasa buah sawo tanpa menyadari manfaatnya bagi kesehatan.

Tahukah Anda, apa saja manfaat buah sawo bagi kesehatan?

Meski banyak disukai orang Indonesia, sawo bukan berasal dari Nusantara. Buah ini berasal dari Amerika bagian tengah, Meksiko dan Karibia. Namun saat ini buah sawo banyak dibudidayakan di seluruh dunia, termasuk negara Asia Tenggara, seperti Indonesia, Thailand, dan Kamboja.

Buah sawo diketahui mengandung aneka nutrisi yang baik bagi kesehatan manusia. Nutrisi tersebut antara lain kandungan serat, vitamin C, vitamin A, vitamin B, niasin, dan folat. Sedangkan kandungan mineral pada buah ini adalah kalsium, magnesium, zat besi, kalium, selenium, dan fosfor.

Para ahli gizi mengatakan dalam 100 gram buah sawo matang terdapat 83 kilo kalori. Itulah sebabnya buah ini dipercaya dapat menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Salah satunya untuk melancarkan pencernaan. Dalam 100 gram buah sawo terdapat 5,3 gram serat dan tanin yang dapat melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit, wasir atau ambeien,dan diare

Beberpa penelitian bahkan menyebut sawo bisa melindungi manusia dari beberapa penyakit kronis seperti, diabetes, jantung, dan kanker usus.

Buah sawo juga bisa menjadi pilihan untuk menurunkan berat badan. Pasalnya kandungan serat dalam sawo akan memberikan efek rasa kenyang lebih lama. Akibatnya nafsu makan pun bisa ditekan dan membuat seseorang makan lebih sedikit.

Buah sawo juga memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi. Itulah sebabnya buah sawo dapat digunakan untuk menangkal efek negatif dari radikal bebas yang bisa memicu berbagai penyakit seperti kanker, jantung, dan alzheimer. Selain itu radikal bebas juga bisa menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh.

Bukan hanya buahnya, daun pohon sawo ternyata juga menyimpan manfaat bagi kesehatan. Penelitian yang diterbitkan dalam Asian Pasific Journal of Tropical Disease menemukan bahwa ekstrak daun sawo atau manilkara zapota memiliki sifat antiradang dan antipiretik. Itulah sebabnya daun sawo diyakini dapat membantu meringankan peradangan dan demam.

Namun perlu diperhatikan, buah ini banyak mengandung kalori dan fruktosa. Itulah sebabnya dalam mengonsumsi buah sawo tidak boleh dalam jumlah berlebihan. Dikhawatirkan mengonsumsi sawo dalam jumlah berlebihan bisa menyebabkan gula darah naik. Selain itu sebaiknya saat mengonsumsi sawo dikombinasikan dengan berbagai buah lainnya.

Perlu diperhatikan pula, saat hendak memakannya harus dipastikan buah sawo dalam kondisi matang sempurna. Pasalnya mengonsumsi buah sawo yang masih setengah matang berisiko menyebabkan mulut kering, iritasi, dan kesemutan.

Untuk mengetahui tingkat kematangannya, bisa dilakukan dengan cara menekan buah tersebut. Buah sawo yang matang sempurna akan terasa empuk dan mengandung air. Selain itu kulitnya berwarna coklat muda kekuningan.

Buah sawo matang juga memiliki getah yang lebih sedikit jika dibandingkan yang masih setengah matang.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Defiyan Cori, Dr.

Ekonom Konstitusi

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

FOLLOW US

Figur Menjadi Penting untuk Melaksanakan Dua Peran BUMN             Restrukturisasi, Reorganisasi untuk Efisiensi dan Efektivitas BUMN             Kembalikan Proses Pemilihan Pejabat BUMN kepada Spirit Reformasi             Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS             Harus Disadari, Ada Akar Masalah yang Tidak Diselesaikan             Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah