Bukan Hanya Aman, Puasa Ramadhan Justru Sembuhkan Penderita Sakit Maag
berita
Sumber Foto: halodoc.com
26 April 2020 17:22
Watyutink.com - Bulan Ramadhan bagi kebanyakan orang sangat menyenangkan. Selain penuh dengan pahala dan keberkahan, bulan Ramadhan identik dengan kebersamaan dan kegembiraan.

Tapi hal itu tidak berlaku bagi penderita maag. Pasalnya bulan Ramadhan adalah saat dimana umat Islam wajib menjalankan ibadah puasa, tidak makan dan minum sejak subuh hingga magrib. Padahal penderita maag akan sangat tersiksa jika perut kosong. Gangguan lambung ini akan kambuh saat terlambat makan, apalagi kalau perut sampai kosong.

Ternyata penderita maag tidak perlu khawatir saat harus menjalankan ibadah puasa. Bukan hanya aman, puasa Ramadhan justru diyakini dapat menyembuhkan sakit maag.

Tahukah Anda, bagaimana puasa Ramadhan bisa menyembuhkan sakit maag?

Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr H Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM menjelaskan berpuasa Ramadhan justru dianjurkan bagi penderita maag. Meski terasa berat, hal itu hanya akan terasa pada hari-hari pertama menjalankan puasa. Pasalnya saat itu lambung masih dalam tahap adaptasi. Selanjutnya, puasa akan dijalankan dengan nyaman.

Dr Ari menjelaskan, sakit maag dengam gejala seperti perut kembung dan begah terjadi akibat pola makan yang tidak teratur. Di bulan Ramadhan justru pola makan jadi sangat teratur. Jamnya jadi sangat pasti, yakni saat berbuka di waktu maghrib dan sahur saat subuh.

Pada hari-hari pertama berpuasa, asam lambung akan meningkat. Namun selanjutnya asam lambung akan normal kembali. Puasa akan meningkatkan horman gastrin dalam tubuh yang bermanfaat menurunkan asam lambung.

Secara umum sakit maag menurut dr Ari sakit maag ada dua jenis, yakni fungsional dan organik. Maag atau dispepsia fungsional adalah masalah yang terjadi pada saluran gastrointestinal atas. Biasanya ditandai dengan gejala mudah kenyang meski hanya makan sedikit, mual, mulas, hingga penurunan berat badan.

Menurut dr. Ari 70 hingga 80 persen penderita maag adalah fungsional. Biasanya maag fungsional terjadi tanpa kelainan apapun. Maag fungsional terjadi lebih karena gaya hidup. Sedangkan maag organik adalah gangguan akibat adanya luka di saluran pencernaan seperti, kerongkongan, lambung, atau usus.

Puasa bisa dijadikan tes untuk mengetahui apakah maag yang dialami seseorang fungsional atau organik. Jika dalam dua pekan kondisi membaik, tandanya maag yang dialami adalah fungsional.

Namun dr Ari menyarankan penderita maag menjaga pola makan saat berbuka dan sahur. Misalnya, dengan tidak makan berlebihan, menghindari kafein, menghindari makanan yang dipanaskan berulang. Setelah perut kosong selama sekitar 14 jam, sebaiknya basahi dulu dengan air hangat atau air biasa, jangan minum air es. Tubuh bisa 'kaget' jika terkena air es.n

Selain itu, dr. Ari juga menganjurkan penderita maag menghindari cokelat, keju, gorengan, makanan yang terlalu pedas, dan makanan tinggi lemak. Pasalnya jenis makanan tersebut akan memperlambat pengosongan lambung.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF