Buah Karbitan, Lebih Cepat Matang Tapi Sebaiknya Dihindari, Bisa Sebabkan Gangguan Kesehatan
berita

07 September 2019 09:00
Watyutink.com – Buah yang sudah matang memang selalu menarik untuk disantap. Warna kulitnya dan aroma buah matang tentu sangat menggoda siapa pun untuk memakannya. Itulah sebabnya para petani selalu berusa agar buah-buahan yang ditanamnya bisa matang dengan sempurna agar laku dijual.

Namun bagaimana jika proses matang dipohon terasa sangat lama. Banyak orang yang memilih cara singkat membuat buah matang lebih cepat dengan pemeraman dengan bantuan karbit. Padahal karbit adalah salah satu bahan kimia yang kerap digunakan untuk proses pengelasan.

Tahukah Anda, apakah proses pemeraman dengan menambahkan karbit aman atau tidak untuk kesehatan?

Pemeraman adalah proses pematangan buatan dengan cara menempatkan karbit atau kalsium karbida pada buah. Karbit yang terkena uap air akan menghasilkan gas asetilin yang akan membuat buah terlihat matang. Pasalnya strukur kimia gas asetilin mirip dengan zat etilen alami yang berpengaruh pada proses pematangan kulit buah.

Dr Fiastuti Witjaksono SP GK, dokter spesilis gizi klinik, RS Jantung Jakarta mengatakan proses pengarbitan sebetulnya tidak mempengaruhi kandungan gizi dalam buah. Namun dr Fiastuti mengaku tidak merekomendasikan mengonsumsi buah-buah hasil pemeraman atau pengarbitan. Pasalnya dikhawatirkan gas dari karbit menempel pada kulit dan diserap hingga ke dalam daging buah. Jika gas tersebut tertelah pasti akan menimbulkan efek negatif bagi tubuh.

Selain itu buah karbitan proses pematangannya tidak akan optimal. Meski kulitnya terlihat kuning namun rasanya tidak akan manis. Buah karbitan pun lebih cepat busuk jika disimpan.

Salah satu buah yang sering dimatangkan dengan proses pemeraman adalah pisang. Berbeda dengan yang matang alami di pohon, pisang hasil pemeraman biasanya terlihat ada bercak-bercak kehitaman di permukaan kulitnya. Selain itu pisang karbitan tidak mengeluarkan aroma wangi khas pisang matang pohon.

Terkadang aroma karbit masih tertinggal pada pisang hasil pemeraman. Meski tidak terlalu kuat namun hal ini bisa memicu gangguan kesehatan. Pasalnya kandungan gas asitelin yang mungkin masih tertinggal bisa menyebabkan kepala pusing, mual-mual, dan muntah.

Seharusnya pisang mengandung berbagai nutrisi seperti vitamin B, C, protein, dan karbohidrat. Namun lantaran ‘dipaksa’ matang, kandungan nutrisi dalam pisang karbitan tidak akan sesempurna yang matang pohon. Bahkan dalam beberapa kasus, pisang karbitan sama sekali tidak memiliki kandungan nutrisi. Akibatnya tidak ada manfaat kesehatan yang didapat dari mengonsumsi pisang karbitan.

Dalam kasus yang lebih fatal mengonsumsi buah karbitan bahkan bisa mempengaruhi tingkat kesuburan seseorang. Pasalnya karbit yang masuk dalam tubuh dikhawatirkan dapat menganggu sistem reproduksi.  

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

M. Rizal Taufikurahman, Dr.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-2)             Perlu Revisi Undang-Undang dan Peningkatan SDM Perikanan di Daerah             Antisipasi Lewat Bauran Kebijakan Fiskal – Moneter             Perkuat Industri Karet, Furnitur, Elektronik Hadapi Resesi             Skala Krisis Mendatang Lebih Besar dari 1998