Bersin: Ditahan Pembuluh Darah Pecah, Terlalu Kuat Tulang Iga Retak
berita

19 December 2019 10:30
Watyutink.com - Bau masakan yang menyegat, hidung terasa gatal, atau akibat alergi dapat menyebabkan bersin. Ternyata bersin adalah respon alami tubuh akibat adanya rangsangan pada organ pernapasan, yang bertujuan mengeluarkan benda asing yang bersarang di dalam organ pernapasan itu. Pada momen tertentu terkadang kita berusaha menahan bersin. Tapi, berhati-hatilah, ternyata menahan bersin bisa berakibat fatal terhadap tubuh. Sebaliknya, bersin terlalu kencang juga dapat berakibat buruk pada kita.

Tahukah Anda, menahan bersin dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah, dan jika terlalu kencang malah dapat menyebabkan tulang iga retak?

Terkadang kita berusaha menahan bersin dengan menutup mulut atau hidung, entah karena malu, suara berisiknya dapat merusak suasana, atau pun alasan lainnya. Dengan menahan bersin ternyata dapat menyebabkan tekanan darah yang kuat akan dipaksa masuk kembali ke dalam tubuh kita. Jika ini terjadi maka bisa menyebabkan selaput tipis yang ada ditenggorokan robek.  Kejadian  ini  terjadi pada seorang pria berusia 34 tahun di Leicester, Inggris,  yang  mengalami kerusakan tenggorokan saat mencoba untuk menahan bersin dengan cara menjepit hidung dan menutup mulutnya, seperti dikutip dari Jurnal BMJ Case Report.  

Selain itu menahan bersin berisiko mengalami gangguan pendengaran atau vertigo, karena tekanan udara yang masuk ke telinga bisa memecahkan gendang telinga atau menyebabkan cidera pada bagian dalam telinga. Resiko lain dari menahan bersin adalah dapat rusaknya diafragma.

Memang kasus akibat menahan bersin cenderung jarang terjadi. Untuk alasan kesehatan kita dianjurkan tidak menahan bersin, tentu saja dengan menutup hidung dan mulut. Tapi jangan melakukan bersin dengan dibuat-buat, sehingga kita bersin terlalu kencang. Sentakan bersin yang terlalu kencang dapat menyebabkan tulang iga retak, walau tidak sampai patah. Diperkirakan kecepatan keluarnya kotoran pada saat bersin bisa mencapai 160 km per jam (100 mph).

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)