Beras Basmati, Makanan Arab yang Bisa Cegah Kanker, Diabetes, Hipertensi, Gangguan Otak dan Jantung
berita
Sumber Foto : watyutink/yusuf
17 June 2021 17:00
Watyutink.com - Di tengah polemik rencana pemerintah memungut pajak sembako, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani akhirnya memastikan beras murah untuk rakyat tidak akan kena PPN atau pajak pertambahan nilai. Sri Mulyani menegaskan pajak hanya akan dikenakan pada beras impor premium. Salah satu jenis beras yang disebut bakal kena pajak adalah beras basmati.

Bagi orang yang pernah berkunjung ke Arab Saudi, baik untuk melaksanakan ibadah haji, umroh atau keperluan lain tentu sudah pernah merasakan mengonsumsi beras basmati. Pasalnya beras jenis ini banyak terdapat di Timur Tengah. Bahkan menjadi salah satu makanan pokok di sana.

Ternyata selain rasanya yang khas, beras basmati juga menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan. Kandungan nutrisi yang terkandung dalam beras basmati menjadikannya baik dikonsumsi dan digunakan untuk menjaga kebugaran tubuh.

Tahukah Anda, apa saja manfaat beras basmati untuk kesehatan?

Meski banyak ditemukan di Arab Saudi, beras basmati sejatinya bukan berasal dari Timur Tengah. Beras ini berasal dari wilayah Asia Selatan, seperti India dan Pakistan. Biasanya beras basmati diolah menjadi nasi briyani, nasi mandi atau kebuli.

Beras basmati dikenal karena bentuknya yang khas. Terlihat lebih panjang dan ramping dibanding beras yang biasa dikonsumsi orang Indonesia. Selain itu beras basmati mempunyai aroma khas yang sedap.

Beras basmati mempunyai dua jenis, yakni basmati putih dan basmati coklat. Keduanya mempunyai cita rasa yang nikmat. Selain itu beras basmati juga kaya akan nutrisi dan mineral yang berguna untuk kesehatan. Dalam satu porsi beras basmati atau sekitar 150 gram terdapat sebayak 210 kalori. Selaij itu terkandung pula protein, lemak, serat, natrium, folat, tiamin, seleni, dan naicin.

Terdapat pula kandungan tembaga, zat besi, zinc, fosfor, magnesium, kalium, vitamin E dan vitamin B6. Nutrisi tersebut sangat penting untuk kesehatan. Selain itu beras basmati rendah kandungan arsenik. Bahkam paling rendah dibanding semua jenis beras yang ada. Itulah sebabnya mengonsumsi beras basmati sangat baik untuk melindungi tubuh dari berbagai jenis penyakit.

Salah satu manfaat beras basmati adalah mengontrol kadar gula dalam darah. Beras basmati diketahui memiliki indeks glikemik yang rendah. Hal ini berbeda dengan beras lainnya yang tinggi indeks glikemik sehingga berisiko meningkatkan kadar gula darah. Itulah sebabnya mengonsumsi beras basmati sangat baik untuk mencegah penyakit kencing manis atau diabetes dan obesitas.

Beras basmati juga tinggi kadar serat,sekitar 20 persen lebih banyak dibanding beras lainnya. Hal menjadikan beras basmati baik untuk menjaga kesehatan jantung. Serat dalam beras basmati juga berguna menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi risiko tenakan darah tinggi atau hipertensi.

Serat dalam beras basmati juga bermanfaat mencegah penyakit kanker. Terutama risiko kanker kolorektal. Ditambah dengan kandungan arseniknya yang rendah menjadikan beras basmati pilihan tepat untuk menjaga kesehatan.

Beras basmati juga baik digunakan untuk menjaga kesehatan otak. Pasalnya beras premium ini memiliki kandungan vitamin B1 atau tiamin. Nutrisi tersebut sangat penting untuk melindungi otak dari ensefalopati wernicke.

Penyakit Ensefalopati Wernicke adalah gangguan otak yang menyebabkan penderitanya sering mengalami kebingungan, sulit mengkoordinasikan gerakan-gerakan tubuh dan menderita  abnormalitas mata.

Sedangkan kandungan selenium dan folat tinggi pada beras basmati berguna membantu meningkatkan fungsi otak. Hal ini mencegah tubuh menderita penyakit Alzheimer.

Namun meski lebih sehat sangat disarankan mengonsumsi beras basmati dalam ukuran wajar dan tidak berlebihan. Semua yang berlebihan pasti membawa dampak yang tidak baik. Untuk mendapat manfaat beras basmati yang optimal, tambahkan aneka jenis makanan sehat saat mengonsumsinya, seperti sayur dan buah.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF