Berapa Lama Kopi Bisa Disimpan, Ini Penjelasannya
berita

02 November 2019 16:35
Watyutink.com – Seorang pencinta kopi akan selalu memiliki persediaan atau stok kopi. Pecinta kopi tidak akan rela kehilangan waktu menikmati minuman kegemarannya hanya karena kehabisan stok. Itulah sebabnya seringkali pencinta kopi menyimpan kopi dalam jumlah banyak.

Terlebih saat ini banyak tersedia berbagai jenis kopi, baik dari mancanegara maupun berbagai daerah di Indonesia. Sehingga kopi kini juga dianggap sebagai barang koleksi. Memiliki koleksi kopi dari berbagai daerah menjadi sebuah kebanggaan atau prestise tersendiri.

Kebiasaan menyimpan kopi dalam jumlah banyak kadang membuat seseorang lupa akan masa kadaluarsanya.

Tahukah Anda, berapa lama kopi bisa disimpan?

Kopi sebenarnya adalah komoditas yang mempunyai masa kadaluarsa cukup panjang. Itulah sebabnya kopi masih bisa nikmati meski sudah disimpan dalam waktu lama. Meski demikian, masa kadalursa kopi tergantung jenis dan cara penyimpanannya.

Ada banyak jenis kopi yang dijual di pasaran, mulai dari biji kopi mentah atau green beans, biji kopi yang sudah disangrai atau roasted beans, hingga kopi bubuk siap diseduh. Green beans adalah jenis kopi yang paling lama masa penyimpanannya. Kopi mentah ini bisa disimpan hingga satu tahun.

Sedangkan kopi mentah sangrai masa simpannya bisa mencapai lima hingga enam bulan. Namun lamanya penyimpanan tergantung kapan biji kopi tersebut disangrai atau dipanggang.

Namun untuk menikmati biji kopi mentah, kita harus mengolahnya terlebih dahulu. Menyangrainya dan kemudian menggilingnya sebelum siap dinikmati dalam bentuk bubuk. Hal serupa dengan biji kopi sangrai atau roasted beans. Meski sudah disangrai, untuk menikmatinya kita harus menggilingnya terlebih dahulu.

Proses tersebut dirasa cukup merepotkan. Itulah sebabnya sebagian besar orang lebih suka membeli dan menyimpan kopi yang sudah dalam bentuk bubuk. Pasalnya untuk menikmatinya, kita tinggal menyeduhnya dengan air panas.

Namun masa kadaluarsa kopi bubuk lebih singkat dibanding kopi yang masih berbentuk biji. Kopi bubuk sebenarnya mempunyai masa simpan yang cukup lama, bahkan bisa lebih dari dua tahun. Namun hal itu berlaku jika kopi bubuk masih tersimpan dalam kemasannya, terutama wadah kaleng.

Jika kopi bubuk sudah dibuka, masa kadaluarsanya berubah menjadi sangat singkat. Kopi bubuk hanya berusia satu atau dua buan saja.

Dilansir dari coffeeland.co.id masa kadaluarsa kopi akan dapat diperkirakan dengan baik jika penyimpanan dilakukan dengan benar. Kesalahan dalam proses penyimpanan dapat mempersingkat masa kadaluarasa kopi. Itulah sebabnya disarankan menyimpan kopi di wadah atau kemasan yang terbuat dari kaca. Selain itu wadah kopi sebaiknya kedap udara. Pasalnya usia dan kesegaran kopi dapat berkurang jika sudah terpapar udara.

Jika Anda adalah penikmat kopi ‘ketengan’ sebaiknya belilah kopi dalam kemesan kecil. Selain tidak repot menyimpannya, kopi dalam kemasan kecil juga lebih terjaga kesegarannya. Bubuk kopi segar rasa dan aromanya jauh lebih nikmat dibandingkan yang telah disimpan beberapa hari. Terlebih jika bubuk kopi telah melewati masa kadaluarsa. Meskipun sebenarnya, bubuk kopi yang telah melewati masa kadaluarsa tetap bisa diminum, tapi rasanya tidak akan senikmat kopi segar.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Defiyan Cori, Dr.

Ekonom Konstitusi

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

FOLLOW US

Figur Menjadi Penting untuk Melaksanakan Dua Peran BUMN             Restrukturisasi, Reorganisasi untuk Efisiensi dan Efektivitas BUMN             Kembalikan Proses Pemilihan Pejabat BUMN kepada Spirit Reformasi             Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS             Harus Disadari, Ada Akar Masalah yang Tidak Diselesaikan             Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah