Benarkah Sabun Batangan Bisa Sebarkan Virus jika Dipakai Bersama-sama?
berita
Sumber Foto : istimewa
27 June 2021 15:05
Watyutink.com - Sudah lebih dari setahun dunia dilanda pandemi Covid-19. Bahkan dalam beberapa pekan terakhir penularan virus yang juga bernama Corona itu semakin mengganas. Hal ini lantaran muncul varian baru dari Covid-19.

Semula virus corona berasal dari Wuhan, China. Namun seiring waktu, virus penyakit ini berkembang dan bermutasi hingga menghasilkan varian baru, salah satunya yang paling ganas adalah varian Delta dari India. 

Demi menangkal penyebaran Covid-19, berbagai negara berupaya melakukan pencegahan, termasuk di Indonesia. Salah satunya dengan menganjurkan mencuci tangan dengan sabun hingga bersih. Selain juga mengenakan masker dan menjaga jarak. Para ahli yakin, berbagai jenis virus dan bakteri akan mati jika terkena sabun.

Namun bagaimana dengan sabun batangan. Beberapa pihak menyebut sabung batangan rentan dan berisiko menularkan penyakit. Pasalnya sabun batangan kerap digunakan bersama. Banyaknya tangan yang menyentuh sabun bantangan disinyalir menyebabkan kuman bisa berpindah dari satu orang ke orang yang lain.

Tahukah Anda, benarkah sabun batangan bisa menularkan penyakit jika dipakai bersama? 

Pakar kesehatan asal Amerika Serikat (AS) Richard Klasco, M.D mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan sabun batangan bisa menjadi media penularan virus penyakit. Dilansir dari The New York Times, Klasco menjelaskan penelitian yang pernah dilakukannya pada 1965 menunjukkan sabun batangan tidak menularkan penyakit. Padahal dalam penelitiannya, Klaso sengaja mencemari tangannya dan beberapa peneliti lain dengan bakteri Staphylococcus dan E-Coli.  

Saat melakukan penelitian, mereka menggunakan sabun batangan secara bersama-sama. Hasilnya tidak ditemukan gangguan kesehatan pada Klasco dan peneliti lainnya. Justru penelitian tersebut membuktikan sabun batangan efektif menangkal infeksi, bakteri, dan virus, termasuk ebola.

Penelitian serupa juga pernah dilakukan pada 1988 menunjukkan hasil yang sama. 16 orang yang menjadi obyek penelitian tidak tertular kuman penyakit. Padahal sabun batangan yang mereka pakai bersama-sama telah diberi bakteri patogen seperti E-Coli dan Pseudomonan.

Meski demikian para peneliti tidak bisa menyimpulkan, apakah sabun batangan lebih baik dibanding sabun cair. Para ahli hanya menyebut penggunaan sabun cukup efektif mencegah penularan penyakit karena virus atau kuman. 

Itulah sebabnya penggunaan sabun sangat dianjurkan, tak peduli apakah sabun cair atau batangan. Mencuci tangan menggunakan sabun sangat dianjurkan sebelum makan, sebelum menyentuh wajah, dan setelah keluar dari kaman mandi.

Ahli kesehatan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) AS atau Food and Drug Administration (FDA) Theresa M. Michele, M.D. mengatakan tidak diperlukan sabun khusus antibekteri untuk menjaga kebersihan. Pasalnya tidak ada penelitian yang membuktikan sabun khusus antibekteri lebih baik dibanding sabun biasa.

Bahkan menurut Theresa, kandungan triclosan dan triclocarbon dalam sabun antibakteri justu bisa menimbulkan dampak negatif dalam jangka panjang. 

Jadi jangan ragu cuci tangan dengan sabun batangan. Lakukan setiap kali usai beraktivitas, terutama kegiatan di luar rumah.  Lakukan secara rutin demi melindungi diri dan keluarga dari serangan penyakit, termasuk Covid-19. 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF