Benarkah Mie Instan Sebabkan Gangguan Kesehatan, Simak Penjelasannya
berita

02 January 2021 15:00
Watyutink.com - Diakui atau tidak mie instan adalah salah satu makanan paling disukai di Indonesia. Dulunya mie instan hanya dianggap makanan 'pengganjal perut' atau selingan saja. Namun belakangan mie instan berubah seolah menjadi makanan pokok. Beberapa orang bahkan menjadikan mie instan sebagai menu makan utama.

Padahal beberapa pihak mengatakan mie instan bukanlah makanan sehat. Hal itu lantaran zat-zat yang  terkandung dalam mie instan. Beberapa orang bahkan menganggap mie instan sebagai makanan berbahaya yang harus dihindari.

Tahukah Anda, benarkah mie instan berbahaya bagi kesehatan?

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition menyebutkan mengonsumsi mie instan bisa meningkat risiko terserang sindrom metabolik. Konsumsi mie instan dua kali sepekan meningkatkan risiko hingga 68 persen.

Beberapa gangguan kesehatan yang mungkin timbul akibat mie instan antara lain  obesitas, tekanan darah tinggi, peningkatan kadar gula darah yang tinggi, peningkatan trigliserida, dan penurunan kolesterol baik atau high density lipoprotein (HDL).

Penelitian juga menemukan bukti adanya zat aditif atau bahan makanan tambahan yang berpotensi menganggu kesehatan. Salah satunya adalah monosodium glutamat (MSG) yang memberikan rasa gurih pada mie instan. Zat aditif diketahui bisa menyebabkan disfungsi dan kerusakan otak.

Jika terjadi pada anak-anak bisa menyebabkan kemampuan otak menerima pelajaran menurun. Sedangkan jika menimpa orang dewasa akan memicu penyakit Alzheimer, Parkinson dan masih beberapa penyakit lainnya.

Selain kandungan kalorinya lebih tinggi, mie instan juga memiliki kandungan sodium atau garam yang tinggi. Kelebihan kandungan sodium menyebabkan beberapa penyakit, seperti  ginjal, tekanan darah tinggi, stroke, dan gangguan jantung.

Namun pendapat berbeda dikemukakan Guru Besar Ilmu Gizi Institur Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS. Menurutnya mie instan bukanlah makanan berbahaya. Terutama yang sudah mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hardinsyah menyebut label dari BPOM memastikan produk makanan, termasuk mie instan aman dikonsumsi.

Hardinsyah pun menampik anggapan bahan pengawet yang terdapat dalam mie instan tidaka aman dikonsumsi. Menurutnya selama dikemas dengan baik sesuai aturan BPOM dan tidak melewati masa kadaluarsa, mie instan aman dimakan.

Anggapan kalau mie sulit dicerna usus menurutnya juga tidak tepat. Jika anggapan itu benar, orang yang makan mie instan akan lemas. Namun kenyataannya orang yang makan mie instan justru merasa segar dan berstamina. Hal ini menandakan mie instan bisa dicerna dengan baik di usus.

Hardinsyah menambahkan yang membuat tidak sehat adalah cara penyajiannya. Selain itu banyak yang beranggapan makan mie instan saja sudah cukup bagi tubuh. Hardinsyah menrgaskan menjadikan mie instan sebagai satu-satunya sumber makanan adalah kesalahan.

Itulah sebabnya sebaiknya imbangi makan mie instan dengan konsumsi makanan sehat. Sehingga asupan gizi seperti karbohidrat dan protein bisa tercukupi. Selain itu jangan makan mie instan setiap hari. Variasikan dengan menu lain, terutama sayur dan buah.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF