Benarkah Air Hujan Sebabkan Demam, Flu, atau Sakit Kepala? Ini Penjelasannya
berita
Foto Istimewa
22 September 2020 16:35
Watyutink.com – Saat ini beberapa wilayah di Indonesia sudah memasuki musim hujan, Jakarta dan sekitarnya adalah salah satunya. Biasanya yang paling senang saat datangnya musim hujan adalah anak-anak. Mereka pasti dengan suka cita bermain hujan-hujanan. Namun seringkali orang tua mereka melarangnya. Pasalnya orang tua beranggapan air hujan bisa menyebabkan penyakit.

Anggapan itu tidak hanya berlaku untuk anak-anak tapi juga orang dewasa. Itulah sebabnya banyak orang yang menghidari terkena air hujan agar tidak sakit, dema, flu, pilek atau sakit kepala.

Tahukah Anda, sebenarnya benarkah air hujan menyebabkan demam, flu, atau sakit kepala?

Pendapat yang mengatakan air hujan menyebabkan sakit sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Hasil penelitian para ahli kesehatan menyatakan bukan air hujan yang menyebabkan seseorang sakit melainkan lantaran terkena virus influenza yang menyebabkan demam, pilek, atau sakit kepala.

Saat basah, tubuh akan merasa kedinginan. Kondisi ini akan menekan sistem kekebalan tubuh sehingga rentan terserang penyakit. Tubuh dipaksa mengeluarkan energi secara berlebihan, padahal  daya tahan tubuh sedang lemah. Akibat tidak mampu mengimbangi perubahan suhu secara mendadak itulah daya tahan tubuh menurun dan mudah terserang penyakit.

Dalam kondisi ini pula, virus influenza bisa dengan mudah menyerang dan menyebabkan demam, flu, pilek, atau sakit kepala. Virus juga bisa menyebabkan masuk angin, perut kembung, hingga diare.

Saat kekebalan tubuh atau sistem imun kembali membaik, tubuh akan merespon dan melawan virus dalam waktu singkat. Sehingga flu, demam, atau sakit kepala bisa sembuh dengan lebih cepat. Itulah sebabnya hal terpenting saat terkena hujan adalan menghindari tubuh merasa kedinginan. Caranya dengan langsung menghangatkan tubuh

Hal lain yang menyebankan kita sering sakit di musim hujan adalah paparan atau penularan virus dari orang lain. Terutama bagi orang yang sering beraktivitas di dalam ruangan yang dipenuhi banyak orang. Dalam kondisi berdekatan semacam itu, risiko penularan virus bisa dengan mudah terjadi.

Ketika ada satu atau beberapa orang dalam ruangan tersebut terserang penyakit, virus akan dengan mudah menyebar. Tanpa disadari orang disekitarnya akan menghirup udara yang sudah terkontaminasi virus. Ditambah suhu dingin selama musim hujan yang mempermudah perkembangbiakan virus. Terlebih jika pakaian yang kita kenakan basah oleh air hujan.

Kondisi hipotermia akibat kedinginan juga menjadi penyebab tubuh terserang penyakit. Hipotermia memberikan tekanan pada tubuh termasuk sistem imun yang menyebabkan peluang terinfeksi virus lebih besar.

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghidari sakit saat musim hujan, yakin segera ganti pakaian yang basah akibat hujan dengan baju kering dan hangat. Hindari pula memakan pakaian ketat atau celana jins. Pasalnya pakaian tersebut jika terkena air akan susah keringnya. Hal ini bisa memancing munculnya jamur dan menjadi lokasi kuman serta virus berkembang biak.

Sering mencuci tangan bisa ikut membantu menjaga tubuh dari penularan virus. Kita sering tidak menyadari menyentuh benda apa saja selama beraktivitas. Tak jarang benda-benda tersebut, seperti gagang pintu, meja, atau lainnya sudah terpapar virus sebelumnya. Mencuci tangan menggunakan sabun bisa membunuh virus yang bisa jadi menempel di tangan.

Selama musim hujan, jaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat dan bersih. Hindari makannan pinggir jalan yang tidak terjamin kebersihannya. Tak lupa selalu menggunakan masker saat beraktivitas baik di dalam maupun luar rumah. Hal ini meminimalkan penularan virus.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF