Batuk Tak Kunjung Sembuh, Bisa Jadi Anda Terserang Paru-paru Basah
berita

18 October 2019 16:40
Watyutink.com – Salah satu penyakit yang banyak dialami orang Indonesia adalah paru-paru basah. Penyakit yang ditandai dengan batuk terus menerus ini memang tidak menular, tapi tetap harus diwaspadai. Pasalnya jika tidak segera ditangani, penyakit paru-paru basah bisa menimbulkan akibat yang lebih parah.

Tahukah Anda, apa dan bagaimana penyakit paru-paru basah?

Paru-paru  basah dalam dunia medis disebut dengan efusi pleura adalah penyakit yang terjadi karena kelebihan cairan di pluera, yakni selaput yang melapisi dinding rongga dada. Selaput pluera terletak diantara paru-paru dan dinding rongga dada yang menjadi ‘rumah’ bagi organ paru-paru.

Penyakit paru-paru basah berbeda dengan paru-paru tenggelam atau edema paru. Paru-paru basah adalah infeksi yang menyebabkan peradangan di ronggo dada. Peradangan itu menyebabkan paru-paru dipenuhi cairan bahkan nanah. Hal inilah yang menyebabkan sesak nafas, batuk berdahak, dan demam.

Sedangkan edema paru adalah kondisi yang terjadi akibat penumpukan cairan dalam kantong paru-paru atau alveoli. Dalam kondisi normal, udara akan masuk ke dalam paru-paru saat bernafas. Pada penderita edema paru, organ paru-paru justru dipenuhi cairan. Akibatnya oksigen tidak dapat masuk ke paru-paru dan aliran darah.

Para ahli mengatakan ada beberapa hal yang menjadi penyebab paru-paru basah, seperti infeksi paru-paru atau pneumonia, tuberkolosis, dan peradangan akibat kanker paru-paru. Selain itu kondisi gagal jantung , sirosis atau gangguan fungsi hati, dan  emboli atau penyumbatan arteri paru-paru juga bisa menjadi penyebab paru-paru basah. 

Penyebab lain adalah penyakit ginjal parah yang dapat mempengaruhi bagaimana cairan disimpan dalam tubuh. Selain itu penyakit lupus dan autoimun juga bisa menyebabkan paru-paru basah.

Penderita paru-paru basah bisanya ditandai dengan beberapa gejala, seperti nyeri dada akibat batuk, sulit bernapas, demam tinggi, menggigil serta berkeringat. Selain itu penderita paru-paru basah kerap mengalami nyeri otot, jantung berdebar, hilang nafsu makan, disertai mual dan muntah. Jika menderita kondisi seperti itu, sebaiknya segera hubungi dokter.

Untuk mencegah terserang paru-paru basah bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti menerapkan pola hidup sehat. Jauhi merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Selalu menjaga kebersihan untuk menangkal penyebaran kuman, seperti selalu mencuci tangan. Biasakan menutup mulut saat bersin.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas             Ironi yang Tak Pantas Dibiarkan Berulang             Pemerintah Harus Tunjukan Penggunaan Utang  Secara Produktif