Bahaya dalam Segelas Bubble Tea, Sebabkan Sembelit, Diabetes, hingga Kanker
berita

03 August 2019 16:00
Watyutink.com – Salah satu minuman yang saat ini sedang popuer adalah bubble tea. Entah mengapa minuman yang terdiri dari teh dan susu yang dicampur dengan bola-bola kenyal ini tiba-tiba menjadi ‘buruan’ banyak orang, terutama para pencinta kuliner.

Bisa jadi lantaran bola-bola kenyalnya yang menimbulkan sensasi tersendiri saat memakannya. Ditambah rasa segar manis teh dan susu yang dapat menghilangkan dahaga.  

Namun bagi Anda yang sedang gemar minum bubble tea, ada baiknya berhati-hati. Pasalnya para ahli menemukan sejumlah bahaya yang mengintai dalam segelas bubble tea.

Tahukah Anda, apa saja bahaya dalam bubble tea?

Bola-bola kenyal dalam bubble tea diketahui dibuat dari tepung tapioka. Saat diproduksi, seringkali bubble mendapat tambahan gula yang sangat tinggi. Itulah sebabnya kandungan kalori dalam bubble sangat tinggi. Padahal teh dan susu yang dinikmati bersama bubble sudah memiliki kandungan kalori. Segelas bubble tea dengan gula sebanyak 50 gram diketahui mengandung 500 kalori.

Selain itu bubble hanya berisi karbohidrat. Tidak ada kandungan nutrisi dalam bola-bola kenyal itu. Kalaupun ada vitamin dan mineral yang terkandung sangat sedikit. Bola-bola bubble juga sama sekali tidak mengandung serat.   

Itulah sebabnya minum bubble tea dikhawatirkan menyebabkan sembelit atau sudah buang air besar. Tapioka atau kanji yang menjadi bahan utama pembuat bubble cenderung sulit dicerna tubuh. Hal inilah yang menyebabkan sembelit.

Bebarapa ahli gizi menyebut bubble tea sebagai minuman terburuk bagi kesehatan. Pasalnya minuman ini memiliki kandungan gula yang sangat tinggi. Dalam segelas bubble tea terdapat gula sebanyak 34 gram. Padahal berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) konsumsi gula yang aman adalah 50 gram per hari. Kadar gula yang berlebihan dalam bubble tea berpotensi memicu penyakit diabetes.

Selain mengandung kadar gula tinggi, bubble tea juga memiliki kandungan lemak trans dalam jumlah banyak. Lemak trans seringkali terkandung dalam makanan yang sengaja dibuat untuk meningkatkan rasa dan tekstur. Padahal lemak trans sangat buruk bagi kesehatan. Efek negetif dari lemak trans bisa meningkatkan produksi kolesterol jahat serta membuat daya ingat menurun. Selain itu lemak trans dalam bubble tea juga bisa memicu beberapa penyakit seperti serangan jantung dan stroke.

Pada tahun 2012, peneliti dari University Hospital Aachen, Jerman menemukan adanya bifenil aspoliklorinasi atau PCB dalam gelembung tapioka atau bola-bola bubble. Bifenil aspoliklorinasi diketahui dapat memicu masalah kesehatan, seperti penurunan kekebalan tubuh, gangguang saraf dan organ reporduksi. Efek terburuk dari bifenil aspoliklorinasi adalah serangan kanker. (cp)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Jerry Massie, Dr., M.A., Ph.D.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar             GBHN Isu Elite Politik Saja             Kepentingan Politik Lebih Menonjol