Bahaya Tidur Tengkurap, Bisa Sebabkan Gangguan Jantung dan Berhenti Bernafas
berita

08 April 2019 16:40
Watyutink.com – Banyak orang yang menyukai tidur dengan posisi telungkup. Pasalnya tidur dengan posisi ini dirasa lebih nyenyak. Selain itu tidur tengkurap juga bisa menghentikan kebiasaan menengkur atau ngorok.  Bukan hanya anak-anak, tetapi tidur tengkurap juga kerap dilakukan oleh orang dewasa bahkan para manula. Selain itu tidur telungkup membuat tubuh lebih hangat, terutama saat cuaca sedang dingin.

Padahal sebenarnya tidur tengkurap sangat tidak dianjurkan. Tidur tengkurap diyakini mempunyai berbagai dampak buruk bagi kesehatan.

Tahukah, Anda apa saja dampak buruk dari tidur tengkurap?

Jika dilakukan sekai-sekali, tidur tengkurap tidak akan berampak apa-apa. Tapi lain halnya jika dilakukan terus-menerus bahkan setiap hari. Dalam jangka panjang tidur tengkurap dapat mendatangkan masalah kesehatan, diantaranya sakit kepala. Saat tidur tengkurap kita seringkali memiringkan kepala. Hal ini menyebabkan aliran darah disekitar kepala tersendat. Dampaknya sakit kepala akan lebih sering menyerang.

Penyumbatan aliran darah di sekitar kepala juga menyebabkan terhambatnya aliran oksigen ke saraf otak. Pada akhirnya kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan sistem saraf di kepala. Jika dibiarkan cara berpikir pun cenderung menjadi lambat.

Selain itu posisi kepala yang miring pada satu sisi dapat menimbulkan ketegangan pada saraf, terutama pada leher bagian belakang. Jika ditambah dengan penggunaan bantal yang tidak tepat maka akan mengkibatkan sakit pada leher. Seringkali saat bagun di pagi hari, tulang leher akan mengeluarkan suara gemeratak saat digerakkan.

Selain memiringkan kepala, saat tidur tengkurap kita juga sering membenamkan muka pada bantal. Jika bantal yang digunakan terlalu keras maka kornea mata akan cenderung terhimpit dan tertekan. Jika dibiarkan maka kondisi ini akan menyebabkan fungsi mata jadi terganggu, seperti pengelihatan menjadi kabur.

Tidur tengkurap juga bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernafasan. Tidur tengkurap menyebabkan lubang hidung tidak terbuka secara bebas. Selain itu saluran pernafasan akan tertekan oleh bobot tubuh saat tengkurap. Hal ini akan menghambat sistem pernafasan. Dada juga akan terasa berat dan nyeri ketika bangun keesokan harinya.

Itulah sebabnya tidur tengkurap sangat tidak dianjurkan bagi penderita asma. Kondisi pernafasan penderita asma dikhawatirkan semakin memburuk, bahkan berhenti berafas jika tidur tengkurap. Penderita asma disarankan tidur terlentang atau menyamping ke kanan.

Tidur tengkurap juga bisa menyebabkan gangguan jantung. Pasalnya saat tidur tengkurap jantung akan bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam jangka panjang ritme jantung menjadi tidak beraturan. Salah satu indikasinya adalah dada terasa sakit saat sedang menarik nafas panjang.

Itulah sebabnya mulai sekarang sebaiknya hentikan kebiasaan tidur tengkurap. Biasakan tidur dengan posisi lebih sehat, seperti terlentang atau miring ke kanan. Jika dirasa perlu, gantilah bantal atau kasur agar tidur jadi lebih nyaman dan nyenyak.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

FOLLOW US

Polisi Tunduk Pada Hukum             Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan             Penggalian Nilai Budaya Dibalik Kebaya             Berkebaya Adalah Kesadaran             Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?