Bahaya Terlalu Sering Minum Es Teh Manis, Sebabkan Batu Ginjal, Diabetes, dan Stroke
berita

02 December 2021 16:30
Watyutink.com – Salah satu minuman paling populer di Indonesia adalah es teh manis. Di hampir semua tempat makan, mulai dari warung tegal atau warteg hingga restoran menyediakan minuman es teh manis. Rasanya yang manis dan segar dipastikan menarik minat siapa pun meneguknya. Terutama saat hari sedang terik dan panas. Memang paling segar menikmati segelas es teh manis.

Namun siapa sangka, dibalik rasa manis menyegarkan yang ditawarkan es teh manis terdapat pula efek negatifnya. Hal ini tak lepas dari kandungan yang terdapat di dalam es teh manis. Beberapa diantaranya diketahui mempunyai akibat tidak baik bagi tubuh, terutama jika terlalu sering diminum.

Itulah sebabnya bagi Anda, para penggemar es teh manis, ada baiknya lebih berhati-hati saat mengonsumsi minuman menyegarkan ini. Jangan terlalu sering demi menghindari akibat buruk mengonsumsi es teh manis.

Tahukah Anda, apa saja akibat buruk terlalu sering minum es teh manis?

Dikutip dari akun Instagram dokterislam.jsr, terdapat beberapa fakta yang perlu kita ketahui tentang es teh manis. Meski sangat nikmat di nikmati, es teh manis menyimpan sejumlah fakta buruk. Sayangnya fakta ini jarang diketahui orang. Padahal fakta buruk tersebut tidak bisa dipandang sepele. Fakta tersebut adalah es teh manis mempunyai efek negatif bagi kesehatan, terutama jika diminum berlebihan atau telalu sering.

Fakta buruk tersebut adalah es teh manis diektahui mengandung asam oksalat dan tanin yang bersiko menyebabkan munculnya penyakit batu ginjal. Para ahli menyebut dalam segelas es teh manis biasanya mengandung tak kurang dari 25 gram hingga 33 gram gula. Hal inilah yang memicu gangguan kesehatan berupa penyakit batu ginjal.   

Jika ditambah dengan kandungan asam oksalat yang cukup tinggi, risiko penyakit batu ginjal saat menikmati es teh manis menjadi semakin besar. Jika diminum secara berlebihan, asam oksalat dari es teh manis akan menumpuk di ginjal. Jika terjadi terus-menerus akan mengganggu fungsi ginjal dalam mengeluarkan kotoran dari darah dan tubuh.

Es teh manis juga dipastikan mengandung gula.  Kandungan gula sebanyak 25 gram bisa menyebabkan kadar trigliserida dalam tubuh meningkat. Kondisi ini bisa memicu tubuh terserang diabetes atau penyakit kencing manis. Di samping itu meningkatkan kadar trigliserida juga bisa memicu stroke.  

Risiko mengalami stroke dan diabetes menjadi semakin besar saat membeli es teh manis di warung atau tempat makan yang tidak diketahui berapa takaran gula yang dicampurkan. Itulah sebabnya jika ingin menikmati es teh manis bikin saja sendiri di rumah. Selain terjaga kebersihannya, membuat sendiri es teh manis bisa mengontrol berapa banyak gula yang digunakan.

Penggemar es teh manis juga beririsko terkena obesitas atau kelebihan berat badan. Segelas es teh manis diketahui mengandung sekitar 250 kalori. Jika terlalu sering mengonsumsi es teh manis, seseorang dipastikan akan kesulitan menurunkan berat badannya. Justru yang terjadi berat badannya akan bertambah dan mengalami obesitas.  

The diketahui juga memiliki kandungan kafein. Dalam segelas es teh manis terdapat sekitar 47 miligram kafein. Jika dikonsumsi secara berlebihan, kafein akan memicu efek buruk bagi sistem kardiovaskular. Sistem yang juga disebut sebagai peredaran darah ini adalah suatu sistem yang secara umum berperan mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Sistem kardiovaskular sekaligus membawa oksigen dan zat gizi ke semua jaringan tubuh serta mengangkut semua zat buangan. Sistem ini melibatkan jantung, pembuluh darah dan darah.

Saat tubuh kelebihan kafein, sistem kardiovsakular akan memburuk. Biasanya ditandai dengan seseorang mengalami efek gemetar dan gelisah. Kondisi tersebut bisa muncul akibat kelebihan mengonsumsi es teh manis.

Para ahli mengakui teh sejatinya adalah minuman sehat. Namun hal itu terjadi jika teh dikonsumsi secara sehat, misalnya tanpa gula dan tidak berlebihan. Jika diminumnya secara benar, teh justru menimbulkan efek positif, seperti mengurangi peradangan dan menghindari risiko penyakit kronis.

Itulah sebabnya yang penting dilakukan adalah mengontrol seberapa banyak kita menikmati teh. Jika memungkinkan ganti teh manis dengan teh tanpa gula. Bisa juga dengan mengganti gula dengan pemanis lain yang lebih sehat.    

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF