Bahaya Minyak Goreng Curah, Picu Diabetes Hingga Kanker
berita
Sumber Foto : tribunnews.com
10 October 2019 13:25
Watyutink.com – Belum lama ini ramai diberitakan tentang aturan yang melarangan penjualan minyak goreng curah di pasaran. Minyak goreng curah sering digunakan oleh masyarakat karena harganya yang relatif jauh lebih murah dibanding minyak goreng kemasan. Di balik harganya yang murah, minyak jenis ini mengandung senyawa yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Tahukah Anda bahaya minyak goreng curah bagi kesehatan tubuh?

Menurut Jurnal Ilmiah Farmasi, Pharmacon, perbedaan minyak goreng curah dengan minyak goreng kemasan terletak pada penyaringannya. Minyak goreng curah melewati satu kali penyaringan, sedangkan minyak goreng kemasan dua kali penyaringan. Penyaringan ini berpengaruh dalam menentukan kualitas minyak goreng.

Baca Juga

Berdasarkan persyaratan Standart Nasional Indonesia (SNI), minyak goreng curah tidak memenuhi pada satu kriteria, yaitu syarat bilangan peroksida. Angka peroksida menunjukan tingkat kerusakan minyak akibat oksidasi. Semakin tinggi angka peroksida semakin tinggi tingkat kerusakan pada minyak.

Selain itu, minyak goreng curah yang beredar diduga berasal dari minyak jelantah atau minyak bekas pakai yang diambil dari restoran atau warung makan besar. Minyak tersebut kemudian didistribusikan ke pedagang pasar dan dijual secara eceran.

Jika menggunakan minyak goreng bekas pakai, maka minyak akan melepaskan senyawa acrolein yang bersifat karsinogenik atau memicu kanker. Disamping itu minyak goreng bekas pakai mengandung radikal bebas yang juga mampu meningkatkan resiko kanker.

Tidak berhenti disitu, minyak goreng bekas pakai memiliki kandungan antioksidan alami yang sedikit. Otomatis, jika mengkonsumsi makanan yang digoreng dengan minyak ini mengakibatkan hipertensi, diabetes, dan peradangan pembuluh darah.

Hati-hatilah memilih minyak goreng.

(GD)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas             Ironi yang Tak Pantas Dibiarkan Berulang             Pemerintah Harus Tunjukan Penggunaan Utang  Secara Produktif