Bahaya Mengancam Akibat Makan Bakso Berlebihan
berita
Sumber Foto : kompasiana.com
11 January 2020 09:00
Watyutink.com - Siapa yang tak kenal bakso? Bola-bola daging berkuah ini sangat nikmat disantap saat hangat terlebih ketika hari sedang hujan dan cuaca dingin. Kebiasaan makan bakso bukan hanya dilakukan anak-anak, tetapi orang dewasa pun banyak yang tergila-gila pada makanan ini.

Tahukah Anda, makan bakso terlalu banyak ternyata bisa mempunyai akibat tidak baik bagi tubuh?

Ahli gizi, dr. Verawati Sudarma, M.Gizi, SpGK mengatakan, sebenarnya bakso adalah makanan yang menyehatkan karena dibuat dari daging sapi asli. Tapi sangat disayangkan kebanyakan bakso justru dibuat dari tepung kandji atau tapioka. Inilah yang menurut Verawati harus diperhatikan.

Satu porsi bakso mengandung sekitar 400 kalori. Selain itu bakso juga mengandung banyak tepung dan ditambah beberapa tambahan seperti sumsum, jeroan, tulang, dan lain-lain. Sehingga kalori yang dikandung lebih dari 400.

Verawati menambahkan, dengan kandungan kalori sebanyak itu, sebaiknya bakso tidak dimakan sebagai camilan. Selain itu sebaiknya saat menikmati bakso sebaiknya dicampur sayuran. Selain itu jangan manambahkan garam dalam semangkuk bakso. Sebab kuah bakso sudah banyak mengandung natrium.

Terlebih bagi yang mempunyai penyakit hipertensi. Sebaiknya kuah bakso jangan diminum sampai habis. Kuah bakso yang mengandung banyak natrium dikhawatirkan memicu darah tinggi.

Seperti makanan lain pada umumnya, makan bakso dalam secara berlebihan tentu membawa pengaruh tidak baik bagi kesehatan. Selain hipertensi akibat kebanyak garam, makan bakso berlebihan menyebabkan penyakit seperti, gangguan sistem saraf otak. Pasalnya banyak bakso yang dipasarkan mengandung borak atau formalin.

Penambahan cuka saat makan bakso dapat meningkatkan resiko asam lambung naik dan keguguran bagi ibu hamil. Selain itu cuka juga merusak gigi, perut terasa nyeri, dan tidak nyaman pada ulu hati. Sedangkan penggunaan penyedap secara berlebihan dapat melukai rongga mulut dan menyebabkan sariawan.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)