Bahaya Makan Telur Setengah Matang, Bisa Terkena Tifus
berita

19 August 2021 16:25
Watyutink.com – Selama ini banyak cara dilakukan untuk menikmati sebutir telur. Umumnya produk pangan yang dihasilkan unggas ini dimasak dengan cara digoreng atau direbus. Selain dimasak sampai matang tak jarang telur dinikmati dalam keadaan setengah matang.

Tekstur cair kenyal yang tercipta dari telur setengah matang membuat banyak orang ketagihan menikmatinya. Ada sensasi tersendiri saat menggigit telur setengah matang, terutama bagian kuningnya.

Banyak orang percaya mengonsumsi telur setengah matang bermanfaat bagi kesehatan. Namun mengonsumsi telur setengah juga memiliki efek negatif yang tidak bisa dianggap sepele.

Tahukah Anda, apa bahaya makan telur setengah matang?

Telur setengah matang adalah telur yang dimasak namun tidak benar-benar matang. Jika biasanya menggoreng telur membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima menit maka telur setengah matang hanya dimasak sekitar dua menit saja. Akibatnya beberapa bagian telur masih cair dan belum mengeras.

Telur setengah matang umumnya dikonsumsi saat pagi hari dan disajikan bersama bubur atau masakan berkuah. Namun ada pula yang menikmatinya begitu saja sebagai lauk bersama nasi panas. Selain terasa lebih nikmat, telur setengah matang juga menyimpan beberapa manfaat.

Mengonsumsi telur setengah matang dipercaya dapat menambah energi dan membuat tubuh lebih bugar. Pasalnya telur setengah matang memberikan asupan protein yang lebih maksimal. Kadungan gizi dalam telur seperti protein, vitamin A, B kompleks, dan berbagai jenis mineral akan lebih mudah diserap tubuh. Selain itu kualitas gizinya juga lebih baik lantaran tidak terkena panas saat dimasak.

Telur setengah matang juga lebih rendah kadar kolesterolnya. Hal ini karena selama proses pemasakan, telur setengah matang tidak membutuhkan waktu yang lama seperti memasak biasa. Jika dimasak biasa, seperti digoreng maka akan dibutuhkan minyak yang lebih banyak. Akibatnya telur akan menyerap lebih banyak minyak yang cenderung membuat kadar kolesterol dalam telur meningkat.

Meski memiliki manfaat, telur setengah matang juga menyimpan potensi bahaya. Salah satunya adalah risiko terpapar bakteri. Pasalnya telur diketahui memiliki kandungan bakteri salmonella. Jika bakteri ini masuk dalam tubuh maka beberapa gangguan kesehatan bisa muncul seperti diare, mual, muntah dan gangguan pencernaan lainnya. Dalam beberapa kondisi bakteri salmonella juga bisa menyebabkan penyakit tifus.

Untuk itulah, jika Anda adalah penggemar telur setengah matang sebaiknya selalu berhati-hati. Pastikan telur yang akan dikonsumsi sudah melalui proses pasteurisasi terlebih dahulu agar bakteri salmonella hilang. Pasteurisasi adalah sebuah proses yang bertujuan membunuh organisme merugikan seperti bakteri, protozoa, kapang, dan khamir dalam makanan. Selain itu pasteurisasi berguna untuk memperlambat pertumbuhan mikroba.

Perhatikan pula lama waktu pemasakan telur setengah matang. Hal ini penting karena metode masak telur sangat memengaruhi seberapa lama telur tersebut dimasak. Sebaiknya memasak telur setengah matang dilakukan selama tiga per empat dari waktu memasak telur biasa.

Selain itu, saat memakan telur setangah matang pastikan kondisi tubuh sedang sehat dan tidak dalam sedang sakit. Jika tubuh sedang mengalami gangguan kesehatan, meskipun ringan, seperti flu atau kelelahan sebaiknya jangan mengonsumsi telur setengah matang. Saat tubuh tidak fit, potensi gangguan kesehatan cenderung lebih besar.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF