Awas, Sering Minum Air Es bisa Sebabkan Gangguan Pencernaan, Jantung dan Sakit Kepala
berita

26 June 2019 11:00
Watyutink.com – Saat cuaca sedang panas kita sering berusaha mengatasainya dengan minum minuman dingin. Jika tak menemukan minum dingin berasa seperti soft drink, kita seringkali menambahkan potongan es batu dalam segelas air putih. Minuman ini sudah cukup ‘mendinginkan’ tubuh yang sedang kegerahan.

Namun, sebaiknya kita tidak terlalu sering minum air es. Pasalnya terlalu sering mengkonsumsi air es dapat mengganggu kesehatan.

Tahukah Anda, apa saja efek buruk dari terlalu sering minum air es?

Beberapa penelitian membuktikan terlalu sering minum air es bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Salah satunya dapat menghambat peredaran darah. Pasalnya air es bisa membekukan lemak dalam darah yang berpotensi mengganggu kelancaran peredaran darah. Akibatnya proses pembakaran lemak dan metabolisme tubuh menjadi terganggu.

Selain itu terlalu sering mengonsumsi air dingin atau air es juga bisa mengganggu pecernaan. Air es diketahui dapat menyempitkan pembuluh darah yang bisa memperlambat proses mencerna makanan. Akibatnya nutrisi akan habis dan terbuang percuma sebelum diserap tubuh.

Terlalu sering minum air juga bisa menyebabkan nyeri di bagian perut dan dissertai rasa mual. Selain itu, air es dapat membekukan makanan sehingga menyebabkan perut kembung dan sembelit atau susah buang air besar.

Temperatur normal tubuh kita sekitar 37 derajat celcius. Saat minum air yang terlalu dingin tubuh akan mengeluarkan energi lebih banyak untuk mengatur temperatur atau suhu tubuh tetap normal. Padahal energi tersebut juga digunakan tubuh untuk mencerna dan menyerap nutrisi. Akibat energi yang sudah terpakai maka tubuh tidak bisa menyerap nutrisi dengan maksimal.

Minum air es juga bisa memicu penyakit radang tenggorokan. Pasalnya air dingin atau air es akan menyebabkan munculnya lendir pada lapisan kerongkongan. Saluran tenggorokan pun menjadi lebih rentan terkena infeksi dan radang.

Sebuah penelitian membuktikan minum air es bisa merangsang saraf vagus, yakni saraf penting  yang bertugas mengontrol aktivitas tak sadar tubuh seperti detak jantung.  Jika kinerja saraf vagus terganggu maka kinerja beberapa organ tubuh, seperti jantung juga akan terganggu. Terlalu sering minum air es akan menyebabkan detak jantung menjadi lebih pelan.

Banyak orang minum air untuk menghilangkan haus dan dahaga. Ternyata minum air es justru membuat haus. Pasalnya air es bisa menyempitkan pembuluh darah yang membuat aliran darah dan oksigen menurun. Akibatnya tubuh akan selalu merasa haus meskipun telah meminum air es dalam jumlah yang banyak. Meminum air es hanya akan memperburuk keadaan tubuh.

Terlalu banyak minum air es ternyata juga bisa memicu sakit kepala, terutama jika dilakukan setelah makan dan berolah raga. Saat terjadi perubahan suhu tubuh secara mendadak tubuh akan merespon dengan memperlebar pembuluh darah. Hal inilah yang menyebabkan munculnya sakit kepala secara tiba-tiba.

Setelah mengetahui akibat buruk tersebut masihkah kita akan minum air es ? Sebaiknya ganti kebiasaan minum air es atau air dingin dengan dengan air putih atau air mineral biasa. Hal ini agar kesehatan tubuh tetap terjaga.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir             Banyak Hal Harus Dibenahi dengan kebijakan Strategis dan Tepat             Pertumbuhan Konsumsi Berpotensi Tertahan             Amat Dibutuhkan, Kebijakan Pertanian yang Berpihak pada Petani!