8 jenis Ular Mematikan di Indonesia
berita
Sumber Foto : rakyatmerdeka.co
07 September 2019 12:00
Watyutink.com - Hutan di Indonesia merupakan rumah bagi 250 – 450 spesies ular. Dari jumlah ini, 6 – 8 persen masuk dalam golongan ular berbisa, dan sisanya tidak berbisa. Meskipun sebagian besar ular di Indonesia tidak berbisa, bukan berarti tidak berbahaya. Beberapa jenis ular memiliki otot yang sangat kuat sehingga mampu melumpuhkan mangsa dengan cara memilit sangat kencang hingga tulang mangsanya remuk.

Tahukah Anda 8 jenis ular mematikan yang ada di Indonesia?

King Cobra, merupakan ular yang berasal dari Indonesia. Ular ini memiliki panjang 3-6 meter, warna tubuh hitam gelap hingga coklat kekuningan, pada bagian dagu dan leher berwarna kuning dengan titik-titik hitam. Ular ini mampu menyuntikan racun antara 200 – 500 mg per gigitan. Racun ini cukup untuk membunuh 10 orang atau seekor gajah dalam kurun waktu 1 jam.

Fierce Snake atau Inland Taipan, termasuk ular paling berbisa di dunia. Ular ini memiliki panjang 1,8 – 2,5 meter dan warna tubuh cokelat tua atau orange gelap. Ular ini mampu menyuntikan racun antara 4,4 – 110 mg per gigitan dan kadar racun dalam bisa ular ini terkenal 50 kali lebih mematikan dibandingkan jenis King kobra. Bisa ular ini mampu membunuh 110 orang manusia dewasa atau setara dengan 250.000 tikus.

Death Adder, merupakan ular yang banyak tersebar di Papua. Ular ini memiliki ciri fisik gemuk, pendek, kepala meyerupai kapak, warna dasar cokelat kelabu dengan belang-belang berwarna putih atau orange pucat, dan ekor berbentuk seperti cacing untuk menarik mangsa. Ular ini mampu menyuntikan racun antara 4 – 400 mg per gigitan, dan dapat menyebabkan kematian dalam kurun waktu 6 jam.

Baca Juga

Blue Krait atau ular welang, merupakan ular yang tersebar di Asia Tenggara, termasuk Jawa dan Bali. Ular ini memiliki ciri-ciri yang mencolok yaitu berwarna belang-belang hitam putih seperti zebra cross serta memiliki panjang 1-1,85 meter. Ular ini mampu menyuntikan racun antara 4,6 – 19,4 mg per gigitan, dan dapat menyebabkan kematian dalam kurun waktu 5 - 20 jam.

Australian Brown Snake atau Kobra Palsu, merupakan ular yang tersebar di Australia, Papua Nugini dan Indonesia. Ular ini memiliki ciri-ciri berwarna cokelat hingga cokelat kekuningan. Ular ini mampu menyuntikan racun antara 2 – 10 mg per gigitan.

Ular Cabe, merupakan ular yang tersebar di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Ular ini memiliki tubuh relative kecil dengan panjang 58 -71 cm, pada bagian kepala dan ekor berwarna merah, dan termasuk jenis ular yang suka membunuh sesama ular. Bisa ular ini mampu membuat korbannya kejang luar bisa dan lumpuh, apabila tidak mendapatkan penanganan medis dapat menyebabkan kematian.

Black Mamba, memiliki ciri-ciri berwarna hitam legam dan memiliki kecepatan hingga 16 km/jam. Ular ini menyuntikan racun antara 100 – 120 mg per gigitan. Racun ini cukup untuk melumpuhkan korban dalam waktu 45 menit, dan menyebabkan kematian dalam kurun waktu 7-15 jam apabila tidak segera mendapatkan perawatan medis.

Sanca atau piton, merupakan ular yang tersebar di Asia, Afrika, dan Australia. Ular ini memiliki ukuran yang besar, panjangnya mencapi 8 meter, dan memiliki warna cokelat hingga coklat keabu-abuan. Ular ini biasa hidup di pinggiran sungai atau dekat sumber mata air. Ular ini termasuk jenis ular yang tidak berbisa, namun ular ini memangsa dengan cara melilit sampai mangsa tidak berdaya atau akan mati kemudian langsung menelannya.

Ular merupakan hewan yang terkenal berbahaya, oleh karena itu mending menghindari dan tidak mengganggunya demi keselamatan diri.

(Zaki)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

M. Rizal Taufikurahman, Dr.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-2)             Perlu Revisi Undang-Undang dan Peningkatan SDM Perikanan di Daerah             Antisipasi Lewat Bauran Kebijakan Fiskal – Moneter             Perkuat Industri Karet, Furnitur, Elektronik Hadapi Resesi             Skala Krisis Mendatang Lebih Besar dari 1998