8 Mitos Soal Kopi yang Belum Tentu Benar tapi Terlanjur Dipercaya
berita

23 October 2021 15:00
Watyutink.com - Saat ini kopi bukan hanya sekadar minuman. Kopi sudah menjelma menjadi gaya hidup. Hal ini seiring dengan semakin populer kopi di masyarakat, terutama kalangan milenial.

Masyarakat perkotaan menjadikan kopi sebagai bagian dari pola hidup sehat. Itulah sebabnya penikmat kopi tidak hanya asal 'sruput' melainkan juga mulai melihat kandungan nutrisi yang terdapat dalam minuman kegemarannya itu. Masyarakat milenial juga mula memperhitungkan manfaat atau efek kopi bagi tubuh.

Namun di tengah meningkatnya ketertarikan terhadap kopi masih ada anggapan atau mitos terhadap minuman berwarna hitam itu. Meski belum bisa dipastikan kebenarannya, banyak pula orang yang percaya dengan mitos tersebut.

Tahukah Anda apa saja mitos tentang kopi yang ada di masyarakat?

Dirangkum dari beberapa sumber terdapat beberapa mitos tentang kopi. Mitos pertama tentang kopi adalah menyebabkan insomnia atau susah tidur. Mitos ini timbul lantaran kopi memiliki kandungam kafein yang cukup tinggi. Padahal sejatinya bukan kafein yang menyebabkan susah tidur, melainkan karena banyaknya pikiran atau apa pun yang sedang dirasakan.

Sedangkan kafein dalam kopi pengaruhnya lebih banyak sebagai pemicu kerja jantung. Hal ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras saat memompa darah agar mengalir ke seluruh tubuh.

Harus diakui, minum kopi sebelum tidur memang tidak baik. Disarankan minum kopi 5 atau 7 jam sebelum tidur agar tubuh bersih dari pengaruh kafein.

Mitos kedua adalah minum kopi menyebabkan diabetes atau penyakit kencing manis. Mitos ini jelas salah. Pasalnya para ahli menyatakan kopi, terutama jenis robusta justru bermanfaat menurunkan kadar gula dalam darah. Sehingga minum kopi bisa mengurangi risiko diabetes.

Pemicu diabetes sebenarnya adalah gula yang seringkali ditambakhkan saat menyeduh kopi. Itulah sebabnya minum kopi sebaiknya tanpa gula. Jika tidak suka dengan rasa pahitnya, pilih kopi jenis arabika yang mempunyai sensasi rasa manis. Kalau pun ditambakhkan gula, pilih yang rendah laktosa seperti gula aren

Mitos berikutnya adalah kopi membuat berat tubuh ideal. Diakui kafein dalam kopi mampu mempengaruhi massa otot dan volume lemak dalam tubuh. Tapi hal itu bukan berarti minum kopi menjadikan tubuh langsing.

Bentuk tubuh lebih disebabkan pola makan dan kecukupan asupan protein. Selain itu gaya hidup sehat, seperti rajin olah raga juga sangat mempengaruhi bentuk dan berat badan.

Mitos keempat adalah soft drink lebih sehat dari kopi. Faktanya, minum 2 hingga 3 cangkir kopi tanpa gula membawa manfaat bagi kesehatan, seperti menjaga fungsi jantung, mencegah diabetes dan kanker. Minum kopi juga meredakan sakit kepala dan stres.

Sebaliknya, soft drink atau minuman ringan justru mengandung gula. Hal ini bisa meningkatkan kadar gula dalam darah yang berpotensi menyebabkan diabetes. Selain itu kandungan soda dalam soft drink bisa mengganggu fungsi jantung.

Mitos kelima adalah wanita hamil dilarang minum kopi. Sebenarnya tidak masalah wanita hamil minum kopi. Pasalnya kafein tidak akan mengganggu perkembangan janin. Namun sebuah studi menyatakan kafein mampu melewati dinding plasenta dan bertemu dengan janin. Meski belum ada studi lanjutan yang lebih mendalam sebaiknya wanita hamil tidak minum kopi guna mencegah hal yang tidak diinginkan.

Keenam, mitos yang ada di masyarakat tentang kopi adalah menyebabkan tubuh dehidrasi atau kurang cairan. Anggapan ini muncul karena orang yang minum kopi biasanya lebih sering buang air kecil

Padahal penyebab dehidrasi bukan hanya berapa kali buang air kecil. Jika kondisi tubuh sedang baik-baik saja dan minum kopi dalam jumlah wajar tidak akan membawa pengaruh negatif. Terlebih jika dibarengi dengan lebih banyak minum air putih, tubuh dipastikan tidak akan mengalami dehidrasi.

Tapi ternyata, hal tersebut bukanlah satu-satunya yang menyebabkan tubuh dehidrasi.

Mitos ketujuh, minum kopi menjadikan seseorang lebih bersemangat berolahraga. Kopi memang mampu meningkatkan metabolisme tubuh. Itulah sebabnya minum kopi bisa dilakukan sekitar 30 menit sebelum olahraga. Hal ini berguna untuk mengimbangi gerakan tubuh saat berolahraga.

Mitos kedelapan, kopi mencegah pikun. Diakui anggapan ini benar adanya. Penelitian menunjukkan rutin minum kopi mampu memperbaiki fungsi otak. Kandungan kafein dalam kopi berguna meningkatkan daya ingat. Kafein juga menjadi perangsang atau stimulus bagi otak untuk tetap fokus dan meningkatkan konsentrasi.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF