50.000 Partikel Mikroplastik Kita Konsumsi Per Tahun
berita
Sumber Foto : theguardian.com
10 June 2019 10:35
Watyutink.com – Kemasan plastik sudah tidak asing bagi kita. Cobalah perhatikan di sekeliling kita, sebagian besar makanan dan minuman dikemas dengan plastik. Bahkan saat ini polusi sampah kemasan plastik sudah menjadi isu lingkungan tersendiri. Selain itu kemasan plastik diketahui dapat mengandung  partikel mikroplastik, yaitu plastik dengan ukuran mikroskopis atau ukuran yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Dengan ukuran yang sangat kecil ini tentu saja partikel ini gampang diserap oleh tubuh.

Tahukah Anda, rata-rata orang mengonsumsi 50.000 partikel mikroplastik per tahun?

Berdasar penelitian terbaru yang dirilis di jurnal Environmental Science and Technology, diketahui bahwa ternyata orang dewasa mengonsumsi rata-rata 50.000 mikro plastik per tahun, sementara anak-anak mengonsumsi 40.000 mikro plastik per tahun.

Penelitian ini mengambil sampel 26 penelitian sebelumnya yang mengukur kandungan mikroplastik yang terdapat dalam ikan, kerang, gula, garam, bir dan air serta yang terdapat di udara perkotaan. Para ilmuwan kemudian merujuk ke US Government Dietary Guidelines untuk mengukur berapa besar partikel mikroplastik yang dikosumsi manusia.

Jumlah ini sebenarnya cenderung berkali-kali lebih tinggi, karena hanya sejumlah kecil makanan dan minuman saja yang telah dianalisa kontaminasi plastiknya. Para ilmuwan melaporkan bahwa mengonsumsi minuman kemasan plastik secara signifikan akan meningkatkan kandungaqn partikel mikroplastik yang dikonsumsi juga.

Dampak kesehatan dari menelan partikel mikroplastik belum diketahui, namun komite bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Pangan Dunia  (FAO) untuk Keamanan Bahan Aditif Makanan menyatakan bahwa mikroplastik bersifat karsinogenik atau toxic jika tertelan. 

Karena itu batasilah penggunaan kemasan plastik!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Pajak lebih Besar untuk Investasi Tidak Produktif             Semua Program Pengentasan Kesenjangan Harus dikaji Ulang             Perkuat Investasi, Industri dan Ikatan Kewilayahan di ASEAN             Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi