Titiek-Tommy: We Shall Return! Cendana Leapfrog Strategy?
Jimmy Radjah
Jurnalis Watyutink.com
berita
Berpikir Merdeka

12 June 2018 16:00

I Shall Return! Itu adalah kalimat terkenal yang dilontarkan jenderal legendaris Amerika Serikat, Douglas MaArthur. Janji itu dia ucapkan ketika akan meninggalkan Filipina menuju Australia untuk menghindari serangan pasukan Jepang yang sedang memasuki Filipina tahun 1942. Setahun sebelumnya Jepang sukses membombardir pangkalan Angkatan Laut AS di Pearl Harbour pada Agustus 1941.

Selama di Australia, MacArthur dan Laksamana Chester W Nimitz merancang strategi operasi kontra ofensif terhadap Jepang. Titik balik pertama adalah Battle of Midway yang terjadi pada untuk menahan Jepang yang akan menduduki Port Moresby. MacArthur lalu membangun markas di Danau Sentani, Papua, selanjutnya bergerak melompat dengan menguasai pulau Morotai di Maluku Utara. Dari pulau inilah dia melakukan strategi lompat katak (leapfrog strategy) yang terkenal itu  untuk mengalahkan Jepang dan kembali menginjakkan kaki di Filipina. Upaya menguasai Filipina kembali terealisasi pada 1944, atau hanya dua tahun setelah mengucap janji I shall return.

Pasca menguasai rangkaian kepulauan Pasifik dan Filipina, rencana sesudahnya adalah menduduki Jepang. Sayangnya Jepang keburu menyerah setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima serta Nagasaki. Ini merupakan akhir perang dunia II di Asia dan juga di dunia, setelah Jerman juga menyerah pada sekutu di Eropa.

Senin (11/6/2018) kemarin, kalimat I shall return kembali terdengar. Kali ini meluncur dari mulut Siti Hediati  Hariyadi atau dikenal sebagai Titiek Soeharto, putri biologis Jenderal Soeharto yang 20 tahun lalu ditumbangkan oleh rakyat setelah berkuasa selama 32 tahun. Titiek Soeharto menyatakan bergabung dengan Partai Berkarya dan meninggalkan Partai Golkar.

Banyak sinyal yang muncul dan bisa ditangkap dari pengumuman titiek kemarin. Pertama, pernyataan itu disampaikan di tempat kelahiran ayahnya di Desa Kemusuk, Sedayu, Kabupaten Bantul. Ini tentu tempat bersejarah bagi trah Soeharto. Kedua, ya kalimat I shall return itu tadi. Saya kok jadi membayangkan ini adalah sinyal bergerak dari para pendukung dan kroni Soeharto dengan menggunakan sandi I shall return setelah selama 20 tahun ini mereka berjuang dengan memakai leapfrog strategy.

Di tempat bersejarah itu, Titiek menilai keadaan bangsa saat ini sangat memprihatinkan. Ada kurang lebih 7 juta rakyat masih menganggur. Di saat yang sama negara dibanjiri tenaga kerja asing. Dia juga menyoroti kebijakan impor pemerintah. Ada pula kritik penanganan narkoba di Indonesia yang tak mendapatkan perhatian dari pemerintah. Pun pengelolaan sumber daya alam juga tak dilakukan secara optimal sehingga rakyat tak bisa sejahtera.

Tapi tak perlu kita bahas semua argumen dan penjabaran Mbak Titiek tentang kondisi bangsa saat ini. Tanpa perlu mendengar dari Mbak Titiek, rakyat jelata pun kondisi objektifnya memang begitu. Yang perlu dicermati adalah they shall return dengan memakai leapfrog strategy! Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Golkar, dukungan ke pasangan Anies-Sandi, dan Berkarya ibaratnya hanya pulau-pulau atol yang menjadi titik pijakan lompat katak dalam rangka penguasaan kembali apa target mereka.

Dengan bergabungnya Titiek ke Partai Berkarya besutan adiknya—Tommy Soeharto, satu persatu pohon keluarga Cendana yang tercerai-berai 20 tahun lalu mulai berkumpul. Beberapa waktu lalu Siti Hardijanti Hastuti Rukmana (Mbak Tutut) mempersilakan menantunya, Muhammad Ali Reza, untuk bergabung dengan Partai Berkarya. Mbak Tutut sebagai putri tertua Soeharto  memang belum mendeklarasikan diri akan ikut Partai Berkarya, tapi Mbak Tutut pasti akan memberi dukungan kepada adiknya. Bergabungnya Titiek, juga dukungan Tutut, semakin menegaskan seberapa jauh Partai Berkarya akan melangkah ke arena politik.

Satu hal yang pasti, partai ini akan membangkitkan model kepemimpinan Soeharto. Partai ini akan mencoba meraih simpati rakyat dengan membangkitkan romantisme masa lalu dimana harga sandang pangan papan murah. Yang tidak boleh kita lupa adalah, kala itu nyawa manusia juga murah.

Jika nanti ‘dagangan’ program nostalgia Partai Berkarya laku dan dicoblos rakyat, maka arus balik akan terjadi. They return! Rencana mendaulat Soeharto sebagai pahlawan akan terwujud. Jika Soeharto pahlawan, maka konsekuensinya semua aktivis dan tokoh yang gigih menentang dan menjatuhkan Soeharto sejak era 70-an, 80-an, hingga aktivis 98 adalah penjahat. Dan penjahat harus masuk penjara!!!

Bagi para penumbang Soeharto, pilihannya kini cuma dua: merapat ke Cendana dan semua anasir mereka dalam wujud kekinian, atau melawan sehebat-sehebatnya dengan kekuatan yang ada saat ini.

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Tabrani Yunis

Pengelola majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas. Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Melibatkan Institusi Polri dalam Politik Birokrasi Sangat Berbahaya             IPW Tak Yakin Syafruddin Bisa Selesaikan Masalah Birokrasi Di Indonesia             Susahnya Wujudkan Birokrasi yang Profesional dan Netral             Implementasi Ekonomi Kerakyatan, Berharap Kepada BPIP             Mencari Solusi Mengatasi Pelemahan Rupiah (Bagian-1)             Mencari Solusi Mengatasi Pelemahan Rupiah (Bagian-2)             Menanti Efektivitas Pengetatan Moneter BI (Bagian-1)             Menanti Efektivitas Pengetatan Moneter BI (Bagian-2)             Jadikan Asian Games 2018 Titik Awal Merubah Kebiasaan Buruk             Pendidikan Budi Pekerti Sangat Penting!