Terjebak Pandemi, Ekonomi Bisa Mati
Sarwani
Jurnalis Watyutink.com
berita
Berpikir Merdeka
Ilustrasi/ Net 02 August 2021 19:00
Watyutink.com – Hari ini adalah batas akhir Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Belum ada kepastian apakah akan diperpanjang atau levelnya diturunkan dari tertinggi di angka 4 ke level di bawahnya ke angka 3 dan seterusnya. Yang sudah pasti dari PPKM adalah dampaknya terhadap ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi sudah pasti terpengaruh oleh penerapan PPKM, apalagi jika kebijakan tersebut diperpanjang dari semula hanya sampai 2 Agustus 2021 saja. Sekalipun setelah tanggal tersebut akan ada pelonggaran, diturunkan tidak lagi di level 4, tapi penurunan tersebut akan sangat hati-hati dan perlahan.

Oleh karena itu pemulihan ekonomi akan memerlukan waktu untuk kembali kepada kegiatan ekonomi normal, itu pun dengan asumsi bahwa pandemi Covid 19 sudah tertangani dengan lebih baik. 

Perpanjangan PPKM Darurat akan mengoreksi perkiraan pertumbuhan ekonomi, terutama pada kuartal III 2021. Hanya saja koreksi yang terjadi tidak akan sedalam seperti pada saat pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di 2020.

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2021 akan berada di bawah 4 persen, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar 4,5 persen sebelum diberlakukan PPKM Darurat. Koreksi terhadap pertumbuhan ekonomi yang tidak terlalu dalam ini lantaran adanya belanja kebutuhan primer dan sekunder yang masih relatif baik, terutama melalui e-commerce.

Sekalipun PPKM membatasi aktivitas fisik masyarakat, transaksi ekonomi via daring (online) tidak terpengaruh dibuatnya. Masyarakat berbelanja melalui aplikasi belanja online, terutama untuk barang yang tidak masuk kategori barang-barang tahan lama. Konsumsi seperti ini membantu mempertahankan pertumbuhan ekonomi tetap positif.

Di samping dukungan e-commerce, faktor lain yang menahan penurunan laju pertumbuhan ekonomi adalah membaiknya kondisi ekonomi sejumlah negara yang menjadi tujuan utama ekspor produk Indonesia seperti AS dan China, sehingga situasi ekonomi 2021 akan lebih kondusif dan lebih baik dari tahun lalu.

Ekonomi AS dan China sudah kembali pulih dan tumbuh. Kondisi ini diharapkan akan membantu pertumbuhan ekonomi lewat ekspor yang tinggi dan kenaikan harga komoditas sumber daya alam. Tinggal bagaimana Indonesia bisa memanfaatkan peluang tersebut.

Faktor eksternal yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan terjadinya tapering off akibat kenaikan tingkat suku bunga di AS yang akan menyebabkan pelarian modal oleh investor portofolio sehingga dapat menekan neraca transaksi berjalan, nilai tukar, dan meningkatkan inflasi.

Masyarakat sekarang menunggu kebijakan selanjutnya, apakah akan memperpanjang PPKM darurat atau tidak. Namun diharapkan pemerintah membuat kebijakan penanganan pendemi yang menyeluruh, sistematis, dan terstruktur, jangan sampai membawa Indonesia ke dalam jebakan pandemi (pandemic trap), yakni satu situasi dimana wabah tidak bisa diatasi karena tidak dapat mengatasinya dengan baik.

Selama ini pemerintah tidak memiliki rencana yang sistematis dalam merespons pandemi (national response plan). Penanganannya masih bersifat reaktif dengan membentuk berbagai tim yang dikomando oleh para menteri. Tidak ada perencanaan terintegrasi di bawah presiden langsung.

Upaya penanganan pandemi akan muter di sini-sini saja karena pemerintah tidak mempunyai target kapan pandemi ini bisa diatasi, tidak mempunyai agenda yang sistematis, terencana, dan fokus sehingga Indonesia terperangkap dalam situasi yang tidak pernah diketahui akan seperti apa.

Sepanjang Indonesia tidak bisa mengatasi pandemi dengan baik maka pemulihan ekonomi tidak akan bisa berjalan dengan mulus. Setiap kali dilonggarkan, kasus terinfeksi dan kematian akibat Covid-19 naik lagi. Begitu pertumbuhan ekonomi mulai membaik, melorot lagi dengan adanya kenaikan kasus yang sangat tinggi.

Penanganan pandemi tidak bisa ad hoc, setiap ada kenaikan kasus lalu melakukan pemetaaan. Begitu seterusnya. Penanganan pandemi harus berkelanjutan. Kasus infeksi Covid-19 harus diturunkan ke level terendah, dipertahankan di level ini secara berkesinambungan sehingga tidak ada lonjakan gelombang ketiga.

Semoga sebelum ulang tahun ke-76 Kemerdekaan RI, rakyat mendapatkan kado dari pemerintah berupa kebijakan yang dapat mengatasi pandemi Covid-19 secara sistematis dan terstruktur sehingga rakyat Indonesia kembali sehat dan kuat, sesuai dengan tema yang diusung pada perayaan kemerdekaan kali ini; Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF