Solusi Bencana Iklim Bill Gates
Amanda Katili Niode, Ph.D.
Direktur, Climate Reality Indonesia
berita
Berpikir Merdeka
Ilustrasi muid/watyutink.com 20 February 2021 10:14
Watyutink.com - Perubahan iklim, sebagai masalah lingkungan global, kini makin parah dan mengancam eksistensi ruang, dan makhluk hidup, terutama manusia.

Iklim global, yaitu statistik cuaca dalam jangka panjang, bervariasi secara alami, namun disamping itu ada juga perubahan iklim yang diperparah oleh manusia. Kegiatan yang berlebihan seperti penggunaan bahan bakar fosil dan perubahan tata guna lahan baik pertanian maupun deforestasi, serta bermacam pencemaran, menyebabkan emisi gas rumah kaca (disetarakan dengan karbon) yang memicu perubahan iklim.

Beberapa bukti nyatanya adalah kenaikan permukaan laut secara keseluruhan, peningkatan suhu, lapisan es dan gletser yang mencair, pengasaman laut, dan berbagai bencana iklim.

Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah menyatakan, selama sepuluh tahun terakhir, 83% dari semua bencana disebabkan oleh cuaca ekstrem dan peristiwa terkait iklim seperti banjir, badai, dan gelombang panas. Semua bencana ini menewaskan lebih dari 410.000 orang dan secara mengerikan berdampak pada 1,7 miliar penduduk dunia.

Sedangkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan bahwa Indonesia mengalami peningkatan jumlah bencana hidrometeorologi dari tahun 2015 hingga 2020. Pada tahun 2020 saja terjadi banjir 1.138 kali dan angin puting beliung 902 kali.

Kondisi Bumi yang semakin kritis ini membuat Bill Gates, pendiri Microsoft dan salah satu orang terkaya di dunia, menjadi sangat  prihatin. Dalam 15 tahun terakhir ia terus menggali dan mempelajari informasi tentang energi dan iklim dari para pakar di bidang fisika, kimia, biologi, rekayasa, politik, dan pendanaan,  

Analisisnya kemudian dituangkan dalam sebuah buku setebal 272 halaman, yang terbit beberapa hari lalu, dengan judul “How To Avoid A Climate Disaster. The Solutions We Have and the Breakthroughs We Need” – “Bagaimana Menghindari Bencana Iklim. Solusi yang Kita Miliki dan Terobosan yang Kita Butuhkan.”

Bill Gates yakin, untuk menghindari bencana iklim, emisi gas rumah kaca harus mencapai nol (net zero), yang berarti jumlah emisi karbon penyebab perubahan iklim harus sama dengan emisi yang diserap.

Mencapai net-zero akan menjadi tantangan besar karena berarti mengubah hampir setiap aktivitas dalam kehidupan modern dan setiap sektor utama ekonomi seperti kelistrikan, pertanian, manufaktur, transportasi, dan bangunan. Namun Gates optimis bahwa dunia dapat menjawab tantangan ini, karena sudah terbuktinya kemampuan manusia untuk berinovasi.

Kunci solusi bencana iklim, menurut Gates, adalah “Breakthrough Energy” atau Energi Terobosan, sebuah jaringan dengan misi membantu dunia menuju net-zero pada tahun 2050 melalui dukungan pada penelitian dan pengembangan mutakhir, investasi di perusahaan yang mengubah ide menjadi produk yang ramah lingkungan, dan kebijakan yang mendukung. Salah satu fokusnya mempercepat inovasi teknologi energi bersih dari laboratorium ke pasar komersial dalam skala besar.

Terkait Indonesia, hasil kajian Kementerian PPN/Bappenas menyimpulkan bahwa mulai tahun 2022, sektor energi akan menggantikan sektor kehutanan sebagai penyumbang emisi terbesar di Indonesia. Sektor energi dan transportasi mendominasi emisi dengan persentase sebesar 50,6% dari total emisi di Indonesia pada tahun 2022. Sedangkan komitmen Indonesia untuk porsi energi baru dan terbarukan dalam bauran energi nasional tetap sebesar 23% pada 2025.

Dalam buku “How to Avoid Climate Disaster,” Bill Gates memaparkan kiat yang bisa dilakukan oleh siapapun juga dalam menghadapi tantangan krisis iklim.

Para warga negara, saran Gates, dapat menghubungi pejabat publik baik di tingkat nasional maupun lokal, untuk mengetahui pendirian mereka, mengajukan pertanyaan, dan menekankan bahwa ketika pemilihan umum, perubahan iklim merupakan masalah yang akan menjadi perhatian pemilih.

Meskipun kiat-kiat yang dipaparkan Bill Gates belum tentu dapat diterapkan semuanya di Indonesia, paling tidak dapat menjadi inspirasi. Bagi konsumen, misalnya, Gates menyarankan konsumsi makanan berbasis nabati, menggunakan kendaraan listrik, dan mengurangi emisi karbon di rumah tangga.

SHARE ON

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF