Nostradamus, Masa Depan Bumi dan Manusia
Amanda Katili Niode, Ph.D.
Manager, Climate Reality Indonesia
berita
Berpikir Merdeka
Ilustrasi Muid Watyutink.com 27 February 2021 10:00
Watyutink.com - Michel Nostradamus, tabib asal Prancis yang hidup di abad keenambelas sangat masyhur pada era Renaisans, karena ia dapat memperkirakan apa yang akan terjadi di masa depan. Bahkan hingga kini, hampir lima abad setelah kepergiannya, prediksi Nostradamus dalam bentuk sajak-sajak empat baris di bukunya Les Prophéties yang terbit tahun 1555, masih menjadi rujukan banyak pihak di berbagai negara.

Peristiwa-peristiwa penting yang diyakini telah diprediksi secara akurat oleh Nostradamus termasuk Revolusi Prancis, kebangkitan Adolf Hitler, serangan 11 September 2001, perubahan iklim, dan bahkan COVID-19. Dunia ini diperkirakannya akan berakhir pada tahun 3797.

Situs History.com mencatat bahwa Nostradamus melihat masa depan bumi dan manusia sampai 2000 tahun ke depan. Ia mendasarkan prediksinya pada astrologi yudisial, yaitu seni meramalkan peristiwa masa depan dengan menghitung ragam planet dan benda-benda bintang dalam hubungannya dengan bumi. Ia juga merujuk pada karya sejarawan dan filsuf Yunani klasik seperti Plutarch maupun penulis sejarah abad pertengahan lainnya.

Di zaman modern, apa yang dilakukan Nostradamus sudah menjadi profesi, yang disebut futuris. Namun, seorang futuris tidak memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. Ia menggambarkan apa yang mungkin terjadi, dan kadang, apa yang harus terjadi di masa depan. Futuris memiliki latar belakang keilmuan, menggunakan berbagai cabang pengetahuan, hasil penelitian, data, informasi dari ribuan publikasi, dan analisis berdasarkan trend yang berkembang.

Banyak futuris fokus pada satu topik seperti teknologi atau industri. Futuris lain mempelajari perubahan sosial atau masalah global seperti perubahan iklim dan kesehatan.

Seorang futuris profesional, menurut Association of Professional Futurists, mempelajari masa depan untuk membantu memahami, mengantisipasi, dan mempersiapkan perubahan yang akan terjadi. Ia cenderung mengambil perspektif yang lebih luas, mempertimbangkan cakrawala waktu yang lebih lama, dan memasukkan lebih banyak faktor dalam studinya dibandingkan analis ekonomi, spesialis teknologi, kritikus sosial ataupun komentator politik.

Nostradamus memiliki banyak pengikut, namun tidak sedikit yang skeptis terhadap prediksinya. Popularitas Nostradamus, menurut History.com sebagian disebabkan oleh ketidakjelasan tulisannya dan kurangnya tanggal spesifik sehingga membuat mudah untuk mengutip sebuah prediksi setelah terjadinya peristiwa dramatis besar. Reuters bahkan menurunkan tim pemeriksa fakta dan membantah bahwa Nostradamus telah memprediksi COVID-19.

Bagaimanapun juga, masa depan adalah hal yang tidak berhenti diteliti dan dikaji para futuris. Untuk ini, 25 tahun yang lalu dibentuklah sebuah think-tank (lembaga pemikir) bernama The Millennium Project dengan maksud meningkatkan prospek umat manusia dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Organisasi ini yang secara berkala menerbitkan State of the Future – Status Masa Depan, menetapkan 15 Tantangan Global sebagai kerangka kerja dalam menilai hal yang mungkin terjadi baik di tingkat lokal maupun global.

Kelimabelas tantangan itu meliputi pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim, air bersih, penduduk dan sumberdaya, demokratisasi, pandangan global ke depan dan pengambilan keputusan, konvergensi global teknologi informasi, kesenjangan si kaya dan si miskin, serta masalah kesehatan.

Tantangan global lainnya adalah pendidikan dan pembelajaran, perdamaian dan konflik, kejahatan antarnegara yang terorganisir, energi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta etika global.

Pada Senin 1 Maret, kelimabelas tantangan global itu akan menjadi benang merah di ribuan perbincangan terbuka oleh para futuris dan masyarakat umum tentang bagaimana membangun masa depan yang lebih baik. Hari itu diperingati sebagai World Futures Day – Hari Masa Depan Sedunia yang akan diselenggarakan oleh The Millennium Project bersama para mitranya selama 24 jam penuh.

Di masa kejayaannya Michel Nostradamus menulis: “Sejak lama saya telah membuat banyak prediksi, jauh sebelum berbagai peristiwa terjadi di wilayah tertentu. Semuanya terlaksana berkat inspirasi dan kekuatan ilahi.”

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI