Manusia Bejat Pantas Jadi Budak
Gigin Praginanto
Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior
berita
Berpikir Merdeka
Ilustrasi muid/watyutink.com 27 March 2020 12:00
Watyutink.com - Virus Corona diciptakan dan ditebarkan ke seantero bumi oleh mahluk luar angkasa. Tujuannya bukan sekadar mengurangi populasi tapi juga menguasai seluruh planet bumi. Alasannya, manusia tak pantas mengelola bumi karena bermoral bejat.

Manusia adalah mimpi buruk bagi bumi karena egois dan hipokrit. Demi kepentingan diri sendiri, manusia melakukan perusakan lingkungan secara besar-besaran. Berbagai bencana pun tak terelakkan, dan menjadi kabar buruk yang tak kunjung surut di semua belahan bumi. 

Ulah manusia juga membuat bumi tak pernah sepi dari pembantaian massal terhadap sesamanya. Para pembantai ini  bahkan kerap merasa bersyukur karena telah melaksanakan tugas suci. Seolah mereka dikaruniai hak untuk membunuh oleh Sang Pencipta seperti James Bond dalam License to Kill. 

Untuk itu mereka membangun angkatan bersenjata yang siap menebar maut kapan saja dan di mana saja seperti iklan Coca Cola. Manusia juga membuat mesin-mesin pembunuh yang bahkan sanggup menghancurkan beberapa planet bumi sekaligus. 

Maka, bila wewenang manusia mengelola bumi tak dicabut,  bencana lebih besar tak akan terelakkan. Bumi akan musnah beserta seluruh isinya. Dari debu kembali menjadi debu. 

Inilah mengapa tak aneh bila manusia dari planet lain yang sedang menebar Corona tak punya belas kasihan. Bisa jadi,  manusia bumi yang lolos dari Corona akan dijadikan budak seperti pernah dialami orang Afrika di Amerika, Jawa di Suriname, Melayu di Sri Lanka, dan Aborigin di Australia. 

memiliki kecerdasan yang bisa diandalkan, mereka tak ingin manusia bumi menjadi rekanan. Bagi mereka, manusia bumi telah terbukti sangat tamak, dan tak berperikemanusiaan. 

Mereka tentu saja juga tak percaya pada manusia bumi karena suka memakai standar ganda dan mencla-mencle. Di satu sisi, mereka suka gembar-gembor tentang cinta kasih, kemanusiaan, dan gemar melantunkan ayat-ayat suci. Di sisi lain mereka suka menebar kebencian dan kepada siapa yang tak sejalan dengan dirinya. 

Sejarah mencatat kekerasan semacam itu tak hanya mengerikan tapi juga menelan paling banyak korban. Sialnya,  sampai sekarang berlangsung di berbagai negeri.

Manusia dari planet lain itu, bukanlah sekadar khayalan. Berbagai buku berdasarkan penelitian serius telah terbit untuk membuktikan kehadiran mereka di bumi ribuan tahun lalu. Bahkan jauh sebelum kita mengenal manusia (homo sapien)  seperti sekarang ini.

Buku-buku tersebut ada yang menjelaskan bahwa manusia adalah keturunan pendatang dari luar angkasa. Ada yang menyebut bahwa manusia adalah ciptaan para pendatang tersebut. Ada pula yang menjelaskan bahwa kemampuan manusia membangun peradaban adalah berkat bantuan teknologi dan ilmu pengetahuan dari para astronot luar angkasa.

Di antara mereka yang sangat serius memperlajari hubungan peradaban manusia dengan mahluk dari planet lain antara lain Erich von Däniken, Zecharia Sitchin, Robert K. G. Temple, Giorgio A. Tsoukalos dan David Hatcher Childress.

Kajian mereka memang masih menjadi perdebatan di dunia ilmu pengetahuan. Pengritiknya bahkan menyebut kajian mereka sebagain pseudosains. Namun mereka semua sepakat ulah manusia adalah ancaman paling berbahaya terhadap kelestarian lingkungan, dan keselamatan semua mahluk hidup di bumi. 

Semua itu tampak tak berkolerasi dengan relijiusitas dan humanisme yang makin kerap dipertontonkan manusia dalam berbagai ritual. Bumi pun bagai Panggung Sandiwara seperti dilantunkan oleh band GodBless.

Maka, bila fantasi saya terbukti benar, bahwa Corona diciptakan oleh manusia dari planet lain, saya tak sepenuhnya bersebarangan dengan mereka. Setidaknya saya punya cara pandang yang sama dengan mereka, yaitu manusia memang brengsek.

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF