Hidup Dengan 5 Planet Bumi
Amanda Katili Niode, Ph.D.
Manager, Climate Reality Indonesia
berita
Berpikir Merdeka
Ilustrasi muid/watyutink.com 05 September 2020 10:00
Watyutink.com - Jika setiap insan di Bumi ini hidup seperti orang Amerika pada umumnya, maka harus ada 5 buah Bumi untuk mendukung gaya hidup seperti itu. Seandainya cara hidup seperti di Australia dibutuhkan 4 Bumi dan kalau mengikuti kebiasaan orang Jerman, maka perlu 3 buah Bumi. Padahal  sampai saat ini, di jagat raya hanya Planet Bumi lah yang dapat menunjang kehidupan makhluk yang ada di dalamnya.

Mengapa sampai lebih dari satu Bumi, karena manusia menggunakan lebih banyak sumber daya dan jasa ekosistem daripada yang dapat disediakan oleh alamnya. Pemakaian itu antara lain menangkap ikan yang berlebihan, memanfaatkan hutan secara besar-besaran, mengambil air tanah secara ekstrem, dan mengeluarkan karbon dioksida ke atmosfer jauh lebih banyak daripada yang dapat diserap oleh ekosistem.

Layanan jasa ekosistem meliputi jasa penyedia, seperti adanya hutan yang memberikan kayu dan tanaman obat; jasa pengatur, antara lain lebah menyerbuki bunga, maupun tanaman menyaring udara dan air; jasa budaya, seperti alam yang menginspirasi kreativitas dan pengetahuan manusia; dan jasa pendukung termasuk fotosintesis tanaman, dan siklus air.

Hitung-hitungan soal berapa Bumi yang dibutuhkan manusia, mencengangkan banyak pihak. Ini merupakan gagasan Global Footprint Network, lembaga pemikir yang berusaha mengubah cara dunia mengelola sumber daya alam dan menanggapi perubahan iklim.

Sebuah kaidah yang dicanangkan oleh lembaga itu adalah “Earth Overshoot Day,” sebuah tanggal ketika tuntutan manusia akan sumber daya dan layanan ekosistem pada tahun tertentu melebihi yang dapat diperbarui oleh Bumi pada tahun itu.

Cara menentukan tanggal tersebut ialah dengan membagi jumlah sumber daya yang dapat diberikan Bumi tahun itu, dengan kebutuhan manusia pada tahun yang sama, dikalikan dengan jumlah hari dalam setahun.

Tahun ini, secara global, “Earth Overshoot Day” jatuh pada 22 Agustus, yang berarti pada hari itu sebenarnya manusia sudah menggunakan semua jatah yang mampu diberikan bagi Bumi untuk kehidupannya.

Idealnya, manusia harus bisa mencukupi keperluan hidupnya dalam satu tahun, sampai dengan 31 Desember, dengan apa yang dapat diberikan oleh bumi pada tahun itu, sehingga satu buah Bumi seharusnya memadai bagi seluruh penghuninya.

Pada tahun 1961, seluruh penduduk di bumi menggunakan 73 persen dari sumber daya ekologi yang dihasilkan Bumi tahun itu. Di awal tahun 1970 penggunaan sumber daya meningkat, tetapi keperluan manusia masih berimbang dengan yang disediakan oleh alamnya. Namun pada tahun 2020, angka itu menjadi 160 persen. Berarti, dengan kebiasaan yang memang berbeda di tiap negara di dunia, tahun ini manusia memerlukan sumber daya dari 1,6 Planet Bumi untuk kegiatannya.

Memikirkan betapa berlebihannya menusia menggunakan sumber daya alam dan jasa ekosistem yang juga milik generasi mendatang, para ilmuwan berupaya mencari cara agar manusia cukup hidup dengan satu Bumi yang kini ada. Ini dapat dilakukan oleh seluruh dunia, setiap Negara ataupun masing-masing individu.
 
Dengan menggunakan ponsel pintar, seseorang dapat menghitung, berapa banyak Bumi yang diperlukan jika seluruh penduduk dunia mengikuti gaya hidupnya, serta mempelajari solusi yang mengarah ke transformasi.

Transformasi ke dunia yang berkelanjutan dapat berhasil jika warga dunia menerapkan kekuatan terbesarnya, yaitu visi ke depan, inovasi, dan kepedulian satu sama lain. Di antara pilihan transformasi, termasuk menerapkan konservasi dan restorasi alam, menyempurnakan pengelolaan kota, menyediakan sumber energi terbarukan, mencegah limbah makanan dan memilih makanan berbasis nabati, mencermati pertambahan penduduk, dan memberdayakan perempuan.

Ternyata, jika semua penduduk dunia dapat menjalani kehidupannya sehari-hari seperti orang Indonesia, maka tahun ini “Overshoot Day” jatuh pada 18 Desember 2020. Nampaknya dengan hidup ala Indonesia, bani Adam dapat hidup cukup dengan Bumi yang ada sekarang.

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF