Hibernasi Tahan Kemerosotasn Ekonomi
Sarwani
Jurnalis Watyutink.com
berita
Berpikir Merdeka
Ilustrasi muid/watyutink.com 28 July 2020 11:00
Watyutink.com - Puncak pandemi di Indonesia terjadi pada April 2020 dan akan berakhir secara total pada akhir Juli 2020. Demikian estimasi yang dilakukan The Singapore University of Technology and Design dengan menggunakan metode estimasi pandemi, Susceptible Infected Recovered (SIR) dengan Data Driven Estimation (DDE).

Perkiraan yang dikeluarkan pada awal Mei 2020 itu berbasis data dari berbagai negara. Data diolah untuk memperkirakan kapan pandemi global dan tiap negara, termasuk Indonesia, berakhir. Dengan perkiraan tersebut maka kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah bisa diakhiri dan kehidupan berjalan seperti biasa lagi pada Juni.

Selaras dengan prediksi ini, pemerintah berancang-ancang membuka kembali aktivitas ekonomi pada awal Juni. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyusun tahapan pembukaan kegiatan usaha untuk memulihkan kondisi ekonomi agar bisa kembali berjalan normal pasca-penyebaran pandemi Covid-19.

Jadwal yang dibuat Kemenko Perekonomian dibagi dalam lima tahap. Tahap 1 yang dimulai 1 Juni, disebutkan industri dan  jasa dapat beroperasi dengan protokol kesehatan Covid-19, namun mal belum boleh beroperasi, kecuali toko penjual masker dan fasilitas Kesehatan.

Tahap 2 dimulai 8 Juni. Toko, pasar dan mal diperbolehkan membuka toko namun dengan protokol kesehatan. Tahap 3 (15 Juni), mal tetap seperti tahap 2, namun ada evaluasi pembukaan salon, spa, dan lainnya. Tetap dengan protokol kesehatan Covid-19. Sekolah dibuka namun dengan sistem shift.

Tahap 4 (6 Juli), dilakukan pembukaan kegiatan ekonomi dengan tambahan evaluasi untuk pembukaan secara bertahap restoran, cafe, bar, dan lainnya dengan protokol kebersihan yang ketat. Kegiatan ibadah diperbolehkan dengan jumlah jamaah dibatasi.

Tahap 5 (20-27 Juli), evaluasi untuk empat tahap sebelumnya dan pembukaan tempat-tempat atau kegiatan ekonomi dan kegiatan sosial berskala besar Akhir Juli/awal Agustus 2020 diharapkan seluruh kegiatan ekonomi sudah dibuka.

Sekalipun kebijakan ini dinilai terburu-buru. pemerintah berhitung jika tidak segera dilakukan pembukaan kegiatan ekonomi maka kemosotan ekonomi akan lebih dalam, setelah penerapan PSBB. Hal ini terbukti pada tiga bulan kedua (April-Juni) 2020 dimana kondisi ekonomi minus. Jika tidak ada gebrakan untuk membuka kegiatan ekonomi, maka pada periode tiga bulan ketiga tahun ini (Juli-September) hal yang sama akan terjadi sehingga ekonomi Indonesia masuk ke jurang krisis.

Tidak ada jaminan ekonomi akan pulih pada  triwulan III sekalipun beberapa indikator seperti penjualan kendaraan bermotor mulai menggeliat. Dampak pandemi masih cukup dalam dirasakan oleh banyak sektor ekonomi seperti transportasi, pariwisata, ritel, makanan minuman, hotel, restoran, rumah tangga dan sebagainya.

Sepanjang belum ada cahaya di ujung terowongan, Presiden Joko Widodo mengajak semua pihak untuk menahan kemerosotasn agar ekonomi tidak terperosok lebih dalam. Jokowi meminta jajarannya untuk menahan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia agar tidak terkoreksi lebih dalam lagi.

Pesan Presiden itu menegaskan bahwa ekonomi Indonesia harus dipertahankan, jangan sampai kolaps, jika memang belum mampu untuk tumbuh. Paling tidak ekonomi harus tetap berjalan, hidup, dan pada saatnya nanti bangkit, tumbuh kembali. Meminjam istilah biologi, ekonomi dipertahankan sampai pada tingkat hibernasi, berkurang aktitivitasnya tetapi tetap hidup.

Dalam ilmu biologi, seperti dikutip dari Wikipedia, hibernasi atau rahat adalah kondisi ketakaktifan dan penurunan metabolisme pada hewan yang ditandai dengan suhu tubuh yang lebih rendah, pernapasan yang lebih perlahan, serta kecepatan metabolisme yang menurun.

Hewan yang melakukan hibernasi berusaha menghemat energi, terutama selama musim dingin sewaktu terjadi kelangkaan makanan, membakar cadangan energi, lemak tubuh, dengan perlahan. Hibernasi dapat terjadi selama beberapa hari, minggu, atau bulan.

Istilah hibernasi tidak lazim di bidang ekonomi, tetapi mekanisme ini bisa ditiru untuk menyelamatkan ekonomi agar tidak merosot lebih dalam. Jika dalam hibernasi hewan menghemat energi, maka pemerintah perlu membuat terobosan untuk mengurangi belanja yang tidak penting, menekan kebocoran utang sehingga efektif digunakan untuk menangani pandemi Covid-19 dan mampu menstimulasi kegiatan ekonomi.

Pemerintah perlu memberikan contoh bagaimana berhemat melalui alokasi anggaran yang produktif, meminimalisasi kemubaziran, dan kebijakan yang tepat sasaran. Pada saat bersamaan masyarakat diminta untuk berhemat, mengurangi belanja yang tidak penting, dan menahan konsumsi untuk produk atau jasa sekunder.  

Sewaktu terjadi kelangkaan makanan, hewan yang melakukan hibernasi membakar cadangan energi, lemak tubuh, secara  perlahan. Indonesia memiliki banyak kantung-kantung ‘lemak’ di seantero Nusantara. Perusahaan swasta, orang-orang super kaya, BUMN, dan pemerintah adalah timbunan ‘lemak’ yang bisa digunakan sebagai sumber energi dalam menangani pandemi Covid-19 dan memulihkan ekonomi nasional.

Sudah tepat ajakan Presiden yang meminta perbankan hingga pelaku usaha berbagi beban ekonomi di masa pandemi Covid-19. Jokowi menegaskan pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, dan pelaku usaha harus betul-betul bersedia memikul beban, bergotong royong.

Bersyukur jika ekonomi bisa bangkit kembali dalam waktu dekat sehingga Indonesia terhindar dari krisis. Namun sepanjang hal itu belum dapat dicapai, hibernasi ekonomi menjadi pilihan ketimbang harus terpuruk lebih dalam lagi.

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila