Gua Selalu Cari Masalah, Lu Beli .. Gua Jual!!!
berita
Pikiran Bebas
Media Pustaka Harjuna 08 June 2021 09:00
Penulis

Dewan Pembina Yayasan Pustaka Harjuna

Saya masih ingat semasa kecil umur 10 tahunan, bersama adik saya mau ke pasar rakyat legendaris “Permai”. Bagi saya pasar Permai memang lebih sebagai tempat piknik, walaupun tidak beli apapun hanya sekadar menelusuri satu persatu di pinggir trotoar, diawali dari lampu merah sampai mendekati “jembatan buntung” kadang molos mendekati wilayah Pocis atau Mambo, tak terhitung ragam tiap pedagang yang menggelar tikar lapaknya.

Dari penjual barang kebutuhan kelas kaki lima, tukang obat, tukang obral hingga tukang sulap sampai copet, semua membaur mencoba mengais rejeki setiap malam, tak lupa mampir ke bioskop YBI, Permai, Lido sekedar liat-liat foto dinding, film yang tayang, tentu saja, setiap beberapa hari saya pun ikut berhambur keluar rumah mengejar bemo dengan TOA, rebutan sele baran gambar film yang dibuang sepanjang jalan. Gambar film dengan aktor Ti Lung, David Chiang, Fu Sheng, Chi Kuan Chin, Chen Kuan Tai dengan raja bandit yang sering itu itu aja “Chen Sing”, ibarat Barry Prima, raja banditnya selalu Advent Bangun. Ingat saat itu simbah saya bilang, “mau kemana malem malem, banyak anak nakal!”, lalu adik saya dengan gaya angkuh menukas, “ini emang mau cari anak nakal”

LEPAS KUASA

Beruntunglah manusia yang mudah melihat masalah, atau mudah menemukan masalah setiap mencarinya. Masalah ialah benih duit, manusia dikodrat kan tiada nyaman ditengah gelap atau masalahnya, dan ia rela melepas kuasanya atau duitnya untuk ditukar dengan terang, atau solusi atau ilmu. Dan manusia tiada pernah lepas dari masalah, karena sejati nya puncak syahwat manusia ialah “ingin menjadi Tuhan” atau musuh Tuhan. Manusia yang terlena ingin menjadi Tuhan telah tergelincir dari kodratnya, dalam bahasa Arabnya “iblis” (ablasa, tergelincir)

Manusia yang kelaparan, dalam masalah, ia butuh kenyang sebagai solusi. Sarana nya tidak harus nasi, tentu nya – ini peluang duit. Beberapa hari kemudian bosan makan nasi,bermasalah, ingin lauk, peluang duit. Sudah da pat lauk tempe, timbul masalah lagi, ingin lauk ikan, lauk ayam, nasinya pun ganti nasi uduk, nasi uduk kebuli – syahwat manusia ialah peluang duit tanpa dasar. Beruntunglah manusia yang bisa menyediakan solusi bagi mereka yang ingin menjadi Tuhan atau penguasa

“Ingat !! .. dengan mengetahui rahasia sederhana ini, tanpa susah payah, anda bisa membuat banyak wanita bertekuk lutut, dengan cara mudah !”, dan saya hanya membatasi rahasia ini hanya untuk 11 orang saja. Serius !!, karenanya jangan sampai pesaing anda mendahului anda !”

Begitulah, hypnotical sentence – yang ditulis oleh para pakar copy writing. Tulisan yang mampu dengan halus membuat pengunjung website melihat, lalu mau membaca, mengamati, tertarik, galau, .. goyah, memutuskan membeli. Jadilah manusia yang pandai mencari masalah, menemukan masalah, serta menjual solusi nya. Dan bagi saya, di Asia, bangsa yang piawai mencermati masalah atau kebutuhan manusia, ialah bangsa Tiongkok. Saatnya menjadi manusia yang berpeluang untung, yang pandai mencari masalah, bukan bikin masalah.

#THSToday10

Salam Kerukunan,

Teguh Handoko Susilo (THS) ||#10||Sebagai Penulis dan Pembina Yayasan Pustaka Harjuna.

* Konten ini adalah kiriman dari user, isi konten sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis/kreator/user. Ingin membuat konten di Watyutink? Klik di sini!

SHARE ON

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF